Sentuhan Humanis TNI di Desa Cukil: Canda dan Sorong ‘Angkong’ yang Menghapus Lelah Warga

Di tengah peluh yang bercucuran, Sabtu (18/7/2026), sebuah alat angkut tradisional roda satu—atau yang akrab disapa warga sebagai "Angkong"—menjadi simbol kebersamaan yang tak terduga.

Kabupaten Semarang, DetikManado.com — Deru mesin dan cangkul yang beradu dengan tanah di lokasi pembangunan Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, seketika mencair oleh tawa renyah warga dan prajurit TNI.

Di tengah peluh yang bercucuran, Sabtu (18/7/2026), sebuah alat angkut tradisional roda satu—atau yang akrab disapa warga sebagai “Angkong”—menjadi simbol kebersamaan yang tak terduga. Kehadiran alat ini, ditambah dorongan semangat dan candaan ringan dari para personel TNI, sukses menghadirkan senyum di wajah warga yang sejak pagi buta sudah bergelut dengan material bangunan.

Bacaan Lainnya

Bagi masyarakat Desa Cukil, kehadiran para prajurit di desa mereka membawa dampak yang jauh lebih besar dari sekadar pembangunan fisik. Interaksi hangat yang tercipta di sela-sela melangsir material semen dan batu menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan ikatan kekeluargaan yang hidup. Kedekatan humanis inilah yang membuat pekerjaan berat terasa jauh lebih ringan.

Salah seorang warga setempat menyatakan bahwa kehadiran para tentara di desa mereka memberikan suntikan energi luar biasa bagi masyarakat untuk terus bergotong royong.

“Kehadiran bapak-bapak TNI di sini bukan cuma membantu mempercepat pembangunan desa kami, tetapi juga membawa suasana kekeluargaan yang sangat kental. Candaan mereka di sela-sela kerja, saat sama-sama mendorong Angkong, benar-benar menghibur dan menghapus rasa lelah kami,” ujarnya dengan wajah berbinar.

Semangat gotong royong yang terjaga erat ini menjadi modal utama dalam memastikan seluruh target pembangunan dapat rampung tepat waktu. Melalui kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat infrastruktur yang nyata bagi mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkokoh kemanunggalan antara TNI dan rakyat di wilayah tersebut.

Aktivitas humanis yang menyentuh hati warga ini merupakan bagian dari realisasi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga.

Program pengabdian masyarakat ini telah resmi dibuka pada Rabu (15/7/2026) lalu di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Upacara pembukaan TMMD tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM, serta Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha SH MH, sebagai bentuk komitmen sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat pelosok. (yos)


Pos terkait