Terkait Isu Virus Corona, Komisi IV DPRD Hearing Bersama Pemprov Sulut

  • Whatsapp
Komisi IV DPRD menggelar rapat dengar pendapat bersama Pemprov Sulut melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan.

Manado, DetikManado.com – Komisi IV DPRD menggelar rapat dengar pendapat bersama Pemprov Sulut melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan terkait virus Corona  yang sudah menjadi isu global saat ini, Selasa (28/01/2020).

Anggota Komisi IV DPRD Sulut Melky Pangemanan menyampaikan pada kesempatan ini bahwa pihaknya telah merespon aduan-aduan publik yang di mana keresahan ini sudah sampai ke desa-desa di Sulut dan membuat warga cemas. “Tapi sosialisasi yang dilakukan oleh Dinkes sudah sangat baik,”katanya.

Muat Lebih

Dia juga mengatakan yang menjadi aduan masyarakat yang lagi viral di media sosial sekarang ini adalah rute penerbangan Cina – Manado. Dan dia juga berharap dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulut untuk memberikan informasi kepada awak media tidak berbelit-belit. “Pastikan di Sulut aman dan untuk penanganan terkait pasien yang lagi viral ini harus di update karena ini sudah sangat menakuti masyarakat,” beber Pangemanan.

Sementara itu Kadis Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Henry Kaitjily menjelaskan maskapai yang melakukan penerbangan dari Cina yaitu Lion Air dan pihak travel seperti MM travel dan Coco’s travel. “Permasalahannya agen menunggu dari Pemerintah Cina dan tidak ada imbauan dari pemerintah mereka untuk melarang kepada agen dan masih sebatas travel advice belum pada level travel warning,” ungkap Kaitjily.

Terkait dengan hal itu pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak bandara terkait persiapan persiapan pengamanan dan telah menyanggupinya. “Harus dipahami pariwisata adalah industri kami tidak mau akan jadi semi anarkis seperti di Padang. Suasana kondusif akan kita bangun dan kondisi Sulut baik turis maupun warga masih dalam keadaan normal,” jelasnya.

Dia juga menambahkan terkait dengan 11 mahasiswa Bolmong yang berada di Cina, merupakan tugas dari Pemerintah Indonesia melalui KBRI namun tetap akan dilakukan pengawasan. “Jika akan terjadi sesuatu akan dilakukan upaya evakuasi,” pungkas Kaitjily. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *