Bitung, DetikManado.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Selain fokus melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah, PSI juga mulai memperluas basis dukungan melalui program bantuan pendidikan bagi pelajar di Kota Bitung.
Bantuan yang diberi nama “Gajah Pintar” itu menyasar puluhan pelajar yang dinilai belum tersentuh program bantuan pendidikan pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP).
Ketua DPP PSI Bidang Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, Melky Jakhin Pengemanan (MJP) mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian partai terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan dukungan untuk melanjutkan sekolah.
“Bantuan ini diberikan kepada pelajar yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Kami hadir untuk membantu mereka. Selain itu, kami juga akan mengawal agar mereka bisa masuk dan terdaftar dalam program-program pemerintah yang tersedia,” ujar MJP.
Menurutnya, program tersebut baru menyentuh puluhan penerima manfaat. Namun ke depan, PSI menargetkan jumlah penerima bantuan bisa meningkat hingga 300 pelajar di Kota Bitung.
Di sisi lain lanjut MJP, PSI juga mulai memperkuat struktur internal partai. Saat ini tercatat sekitar kurang lebih ada 1.800 orang yang akan bergabung menjadi pengurus maupun anggota PSI di Kota Bitung.
Dengan modal tersebut, partai berlambang gajah itu memasang target cukup ambisius pada Pemilu 2029 mendatang.
“Target minimal kami empat kursi DPRD Kota Bitung. Artinya setiap daerah pemilihan harus menghasilkan satu kursi,” kata MJP.
Ia mengatakan, optimisme itu muncul seiring meningkatnya minat masyarakat bergabung dengan PSI. Bahkan, MJP mengklaim akan terjadi apa yang mereka sebut sebagai “tsunami politik” di Kota Bitung.
Pasalnya, dalam waktu dekat sejumlah tokoh berpengaruh disebut akan merapat ke PSI, termasuk figur yang selama ini dikenal berada di partai politik lain.
“Ada tokoh-tokoh besar di Bitung yang akan bergabung ke PSI. Bahkan ada juga yang berasal dari partai lain dan memilih bermigrasi ke PSI,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Sulawesi Utara, Tatong Bara, menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi prioritas utama partai saat ini.
Menurut mantan Wali Kota Kotamobagu tersebut, PSI tengah melakukan konsolidasi besar-besaran mulai dari tingkat wilayah, kabupaten/kota, kecamatan hingga ranting untuk menghadapi tahapan politik ke depan.
“Yang sementara kami lakukan adalah konsolidasi partai, menata kembali struktur organisasi sampai ke tingkat bawah dan memperkuat administrasi kepartaian,” kata Tatong.
Tatong mengakui bergabungnya Joko Widodo ke PSI telah memberikan efek elektoral yang signifikan terhadap pertumbuhan partai. Dukungan masyarakat dan berbagai elemen politik disebut terus mengalir ke PSI di berbagai daerah. Termasuk Sulut khususnya Bitung.
“Dengan bergabungnya Pak Jokowi ke PSI, gelombang dukungan untuk membesarkan PSI semakin besar. Banyak pihak yang ingin ikut bergabung dan membangun partai ini,” ujarnya.
Tatong mengungkapkan target besar PSI Sulawesi Utara pada Pemilu 2029, yakni merebut satu kursi DPR RI, membentuk satu fraksi di DPRD Provinsi Sulut, serta menghadirkan fraksi PSI di kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara. Target tersebut sebelumnya juga telah ditegaskan dalam berbagai agenda konsolidasi partai di Sulut.
Tak hanya itu, dalam agenda Rakorwil Khusus PSI yang akan digelar dalam waktu dekat, Tatong menyebut akan ada sekitar 12 tokoh besar yang bergabung dengan PSI, termasuk figur dari Kota Bitung.
“Kami optimistis PSI akan semakin diterima masyarakat Sulawesi Utara. Target konsolidasi harus tercapai karena pada kunjungan Pak Jokowi nanti, struktur kepengurusan PSI Sulut minimal harus sudah terbentuk 72 persen,” katanya.
Ia mengungkapkan, dengan kombinasi program sosial, penguatan organisasi, serta masuknya sejumlah figur politik baru.
“PSI ersiap menjadikan Sulawesi Utara sebagai salah satu basis pertumbuhan partai menjelang kontestasi politik 2029,” ujarnya. (Jamal Gani)















