Semarang, DetikManado.com — Personil Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga bersama masyarakat Dusun Gembong terus memacu pengerjaan sasaran fisik berupa pengecoran jalan. Semangat gotong royong yang membara di lokasi kerja membuktikan betapa dinanti dan bermanfaatnya adukan air mani serta pembangunan akses jalan tersebut bagi mobilitas harian warga setempat.
Sejak pagi hari, Jumat (17/7/2026), personel Satgas TMMD dan warga saling berbagi tugas mulai dari menyiapkan bahan, mengoperasikan mesin molen, hingga mengangkut adonan beton menggunakan angkong. Mereka meratakan permukaan cor agar hasil infrastruktur ini berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM, menyampaikan bahwa pembangunan jalan ini merupakan salah satu sasaran fisik utama yang bertujuan untuk membuka keterisolasian jalur transportasi. Infrastruktur yang layak ini diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian kawasan tersebut.
“Program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui budaya gotong royong, TNI dan masyarakat saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan demi mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho.
Kegiatan percepatan pembangunan ini merupakan bagian dari Program TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang secara resmi dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga.Upacara pembukaan program pengabdian masyarakat tersebut telah dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/7/2026). Hadir langsung dalam peresmian dan pembukaan TMMD tersebut Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM serta Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha SH MH, yang bersama-sama menegaskan komitmen sinergi pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan. (yos)















