Kotamobagu, DetikManado.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Klaster II Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam surveilans partisipatif dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis data sederhana. Program ini digelar di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman, Kota Kotamobagu, Sulut, pada Kamis (23/6/2026).
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat,” papar Ketua Tim Pelaksana Muhammad Firdaus, SKM MKM didampingi anggota tim yang terdiri dari Ira Deseilla Pawa, SKM MPH, dan Annisa Rizkiyah, SST MKM.

Muhammad Firdaus memaparkan, program dimulai dengan tahap persiapan di mana tim melakukan koordinasi dengan Puskesmas Gogagoman, menyusun modul pelatihan, instrumen surveilans sederhana, serta materi edukasi yang sesuai dengan kebutuhan kader kesehatan dan masyarakat.
Selanjutnya tahap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, diskusi interaktif, dan praktik pengumpulan data sederhana terkait keberadaan jentik nyamuk sebagai dasar pelaksanaan PSN berbasis masyarakat. “Pelaksanaan program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam pengendalian penyakit berbasis vektor,” papar Muhammad Firdaus.
Dia mengatakan, dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dari solusi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Menurutnya, melalui Program PKM Klaster 2 yang didanai oleh LPPM Unsrat, komitmen untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kembali ditegaskan.
Dari data sederhana yang dikumpulkan oleh warga, lahir langkah-langkah nyata menuju lingkungan yang lebih sehat dan berkualitas.
“Melalui surveilans partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pemantauan kesehatan lingkungan. Data sederhana yang dikumpulkan secara rutin dapat membantu mendeteksi risiko lebih awal dan mendukung pelaksanaan PSN yang lebih tepat sasaran,” ungkap Muhammad Firdaus. (yos)















