Mendagri Imbau Kepala Daerah Segera Eksekusi Belanja

Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau kepala daerah untuk segera mengeksekusi belanja. Hal ini disampaikan menanggapi polemik adanya ratusan triliun dana Pemda yang mengendap di bank, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

“Memang betul ada daerah-daerah yang tinggi pendapatannya, tapi belanjanya rendah. Itu jadi sasaran kita. Supaya pendapatan yang tinggi ini diikuti dengan belanja yang tinggi juga, supaya uang beredar ke masyarakat, jangan disimpan,” tutur Mendagri di Manado pada, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, nanti akan ada membayar proyek akhir tahun yang dibayar sesuai aturan. Di mana proyek selesai baru dibayar, karena kalau dibayar tapi proyek belum selesai, bisa masuk penjara.

“Nah ini perlu ada uang yang dicadangkan untuk membayar di akhir tahun, atau di awal tahun depan. Sehingga daerah perlu cadangan itu,” ujarnya.

Dia mengatakan, yang tidak boleh terjadi adalah gap terlalu tinggi tapi tidak digunakan untuk apa-apa. Apalagi dijadikan deposito, karena itu yang membuat uang yang berputar di masyarakat menjadi berkurang.

“Likuiditasnya kering, uang yang dibelanjakan pemerintah kurang, swasta juga kurang, membuat pertumbuhan ekonomi melamban,” tuturnya.

Mendagri mengatakan bagi pasti ada daerah yang tidak bisa mengeksekusi belanjanya karena berbagai alasan. Maka kepala daerah segera menggelar rapat dengan kepala dinas.

“Mana Kadis yang dapat 10, baru belanja 3, masalahya apa. Segera diselesaikan,” ujarnya.

Dia menuturkan, hal itu seperti yang dilakukan di Kemendagri setiap awal bulan. Semua Dirjen dikumpulkan, kemudian bagian keuangan membacakan realisasi belanjanya berapa.

“70 persen, 80 persen, oke. Kenapa baru 40 persen, saya pasti kejar, kenapa tidak dieksekusi, terlambatnya kenapa. Kalau dia jawabnya rasional, oke. Tapi saya minta percepat. Tapi kalau jawabnya gak rasional, saya pasti tegur dan bila perlu saya ganti,” tutur jenderal purnawirawan polisi bintang empat ini. (yos)


Pos terkait