Gubernur Sulut Sentil Bitung Masih Punya RS Tipe D, YSK: Malu Deh!

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) disambut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Hengky- Randito saat melakukan peresmian Unit Pelayanan Dialisis RS Manembo-nembo Bitung.

Bitung, DetikManado.com- Peresmian ruang hemodialisis di RSUD Manembo-Nembo, Kota Bitung, diwarnai pernyataan menarik dari Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK). Di hadapan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka. YSK menyinggung status rumah sakit milik pemerintah di Kota Bitung yang hingga kini masih berstatus tipe D.

Menurut YSK, sebagai kota industri dan pelabuhan internasional, Bitung sudah seharusnya memiliki rumah sakit dengan klasifikasi yang lebih tinggi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal.

“Ini bagian dari pelayanan prima yang kita hadirkan. Kota Bitung sampai sekarang belum memiliki rumah sakit tipe C. Namanya kota kok masih tipe D, kalah sama Bolsel,” kata YSK saat memberikan sambutan, Senin (6/7/2026).

Tak hanya membandingkan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, YSK juga mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Provinsi Sulut mendorong pembangunan tiga rumah sakit daerah bertipe C di daerah lain.

“Sebentar lagi Bolmut, Mitra dan Boltim akan dibangun rumah sakit tipe C. Jadi Kota Bitung malu deh kalau masih tipe D. Yang malu gubernurnya atau wali kotanya ini?” ujarnya yang langsung disambut tawa para undangan.

Meski sempat menyentil, YSK mengungkapkan dirinya telah berbicara dengan Wali Kota Bitung sebelum acara dimulai. Ia mengatakan pemerintah kota sudah mulai berupaya mengajukan peningkatan status rumah sakit ke Kementerian Kesehatan.

“Tadi Pak Wali Kota sudah bisik-bisik, beliau sudah berusaha ke Kementerian Kesehatan. Saya akan bantu dorong. Kadis pelajari apa saja persyaratan menuju rumah sakit tipe C,” tegasnya.

YSK menilai peningkatan status rumah sakit bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan langkah yang sangat penting agar masyarakat Bitung memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap tanpa harus dirujuk ke daerah lain.

Dalam kesempatan itu, YSK juga menyinggung pentingnya kecepatan birokrasi di sektor kesehatan. Ia mencontohkan pengalamannya saat membantu penyelesaian izin pelayanan BPJS di salah satu rumah sakit yang menurutnya bisa tuntas hanya dalam dua hari.

“Kalau semua mau bekerja cepat, persoalan pelayanan masyarakat juga bisa cepat selesai. Itu tugas kita sebagai pemerintah, menjadi pelayan masyarakat yang benar-benar dibutuhkan dan dicintai,” katanya.

Selain itu, YSK turut berpesan kepada tenaga kesehatan agar tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga memperhatikan sisi kemanusiaan dan spiritual pasien, khususnya mereka yang menjalani perawatan penyakit kronis seperti cuci darah.

“Saya minta sebelum melayani pasien, khususnya di ruangan seperti ini, biasakan berdoa. Pasien-pasien di sini membutuhkan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga penguatan batin,” tutupnya.

(Jamal Gani)


Pos terkait