Ketua DPC PDI Perjuangan Bitung Ungkap Filosofi ‘Moncong Putih’, Geraldi: Simbol Kejujuran

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung, Geraldi Mantiri saat memberikan arahan di mUsran Kecamatan Madidir, Jumat (10/7/2026).

Bitung – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung Geraldi Mantiri kembali mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal partai saat Musyawarah Ranting (Musran) digelar di Kecamatan Madidir dan Kecamatan Girian, Jumat (10/7/2026).

Di hadapan pengurus dan kader, Geraldi menegaskan kemenangan partai tidak hanya ditentukan oleh strategi politik. Menurutnya, fondasi utama yang harus terus dijaga adalah kekompakan dan semangat gotong royong.

“Evaluasi kita untuk kemenangan hanya satu, yakni solid. Setelah itu gotong royong. Kalau dua hal ini kita pegang, saya yakin organisasi akan semakin kuat,” kata Geraldi.

Ia mengingatkan, ancaman terbesar bagi sebuah partai politik justru sering kali berasal dari dalam organisasi sendiri. Karena itu, seluruh pengurus diminta membangun komunikasi yang sehat serta menghindari sikap yang dapat memecah belah kebersamaan.

“Pengurus partai harus saling membangun komunikasi. Karena yang bisa merusak partai dan memecah belah itu justru kita yang ada di dalam,” ujarnya.

Geraldi juga mengajak seluruh kader menjadikan filosofi lambang banteng moncong putih sebagai pedoman dalam berorganisasi. Menurutnya, moncong putih mengandung makna kejujuran dalam bersikap maupun berbicara.

“PDI Perjuangan menggunakan logo moncong putih. Maknanya, kader harus berkomunikasi dengan jujur dan berkata-kata dengan penuh kejujuran. Kepercayaan dibangun dari sikap itu,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia menegaskan kepengurusan DPC PDI Perjuangan Bitung akan mengedepankan transparansi dalam menjalankan organisasi. Sikap terbuka, kata dia, menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan kader.

“Saya berharap PDI Perjuangan Bitung berjalan secara transparan. Saya sendiri akan melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Menurut Geraldi, Musran juga menjadi momentum evaluasi agar seluruh kader kembali memperkuat persatuan dan kebersamaan. Ia meminta pengurus di semua tingkatan saling mendukung, bukan saling menjatuhkan.

“Jadikan ini bahan evaluasi ke depan. Mari saling menjaga persatuan, saling mendukung, bukan saling menjatuhkan,” katanya.

Di akhir arahannya, Geraldi mengingatkan bahwa keberadaan pengurus ranting tidak boleh terlepas dari kehidupan masyarakat. Kader, kata dia, harus selalu hadir di tengah rakyat, memahami persoalan yang dihadapi warga, serta menjadi jembatan antara masyarakat dan partai.

“Pengurus partai harus tahu apa yang diinginkan rakyat. Kita harus mampu menjembatani setiap aspirasi masyarakat. Di situlah fungsi partai benar-benar dirasakan,” pungkasnya.

(Jamal Gani)


Pos terkait