BITUNG, DetikManado.com– Harapan warga Kelurahan Tanjung Merah agar PT Futai Sulawesi Utara ditutup permanen belum berubah. Meski manajemen perusahaan berjanji melakukan pembenahan, masyarakat tetap menilai komitmen tersebut belum cukup untuk menjawab persoalan dugaan pencemaran lingkungan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Sikap kedua belah pihak mengemuka dalam rapat koordinasi yang difasilitasi Pemerintah Kota Bitung bersama Forkopimda, Forum Lintas Sektoral, manajemen PT Futai dan perwakilan warga, Rabu (8/7/2026).
Salah satu perwakilan warga Tanjung Merah, Elsje Lengkong, menegaskan masyarakat sudah terlalu sering menerima janji dari perusahaan, namun kondisi di lapangan dinilai tidak pernah berubah.
“Kami tidak menolak investasi. Tapi jangan jadikan kami korban. Sudah beberapa kali ada kesepakatan, tetapi selalu diingkari. Karena itu kami meminta PT Futai ditutup permanen,” tegas Elsye.
Menurutnya, warga selama ini mengeluhkan limbah cair yang diduga mencemari sungai, bau menyengat dari aktivitas produksi, hingga dampak terhadap tanaman dan hewan ternak milik masyarakat.
Di sisi lain, PT Futai menyatakan akan melakukan pembenahan terhadap seluruh persoalan yang menjadi keluhan warga.
Wakil Direktur (Wadir) PT Futai, Erwin Irawan, mengatakan perusahaan tidak memiliki niat merugikan masyarakat dan berkomitmen memperbaiki sistem operasionalnya.
“Kami tidak ada maksud apa-apa. Kami hanya ingin berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja. Soal warga yang terdampak, kami sangat prihatin dan akan terus melakukan pembenahan,” ujarnya usai rapat.
Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyatakan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menutup permanen perusahaan karena izin operasional PT Futai merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Meski demikian, Pemkot Bitung telah meminta Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium terhadap dugaan pencemaran lingkungan.
“Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, saya meminta perusahaan menghentikan sementara aktivitas operasionalnya,” kata Hengky.
(Jamal Gani)















