Manado, DetikManado.com – Fakultas Kedokteran (Faked) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) bersiap memperkuat perannya dalam mencetak tenaga medis berkualitas di kawasan Indonesia Timur. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Pimpinan (Rapim) strategis bersama Tim Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mematangkan implementasi Academic Health System (AHS).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Fakultas Kedokteran Unsrat pada Rabu (10/6/2026) tersebut menghadirkan Tenaga Ahli Kemendiktisaintek Prof Dr Tri Hanggono Achmad sebagai narasumber utama.
Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Oktovian BA Sompie menegaskan bahwa penerapan ekosistem AHS ini menjadi langkah krusial, khususnya bagi masa depan Fakultas Kedokteran dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan riil di lapangan.
“AHS bukan sekadar konsep akademik, melainkan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan tinggi, riset, dan pelayanan kesehatan secara terpadu. Dengan bimbingan dari Kemendiktisaintek, kami optimis FK Unsrat mampu mencetak tenaga medis yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat,” ujar Rektor Unsrat.
Kesiapan Infrastruktur FK Unsrat
Menanggapi target besar tersebut, Fakultas Kedokteran Unsrat menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki fondasi yang kuat untuk menyukseskan program nasional ini. Dalam rapat tersebut, pihak fakultas memaparkan berbagai kesiapan yang meliputi:
- Sumber Daya Manusia (SDM): Kesiapan para dosen, dokter pendidik klinis, dan peneliti.
- Infrastruktur Penunjang: Fasilitas laboratorium dan sarana pembelajaran modern.
- Jejaring Rumah Sakit: Penguatan kemitraan dengan berbagai rumah sakit pendidikan yang selama ini menyokong proses pembelajaran mahasiswa kedokteran maupun program spesialis.
Melalui sinergi AHS ini, FK Unsrat diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. (yos)















