Hengky Honandar Gabung Gerindra, NasDem Bitung Pilih Bertahan Sampai Akhir

Ketua Fraksi NasDem, Ramlan Ifran.

Bitung, DetikManado.com – Perpindahan Hengky Honandar dari Partai NasDem ke Partai Gerindra memunculkan spekulasi politik di Kota Bitung.

Setelah Sabtu lalu resmi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra dari Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) yang juga Ketua DPD Gerindra Sulawesi Utara, muncul isu Fraksi NasDem DPRD Bitung bakal mengambil posisi oposisi terhadap pemerintahan Hengky-Randito.

Bacaan Lainnya

Ketua Fraksi NasDem DPRD Bitung, Ramlan Ifran, membantah isu tersebut. Menurut dia, perpindahan partai merupakan hak politik setiap warga negara dan tidak perlu dipandang berlebihan.

“Kalau tadi bilang loncat, apanya yang loncat? Tidak ada yang loncat. Ada yang berpindah partai dari satu partai ke partai lain. Itu hak politik seseorang dan dilindungi aturan negara,” kata Ramlan kepada wartawan, Selasa (26/05/2026).

Ramlan mengatakan NasDem menghormati keputusan pribadi Hengky untuk bergabung dengan Gerindra. Ia menilai perpindahan kader politik merupakan hal lazim dalam dinamika politik nasional.

“Dari kami partai menganggap itu hal biasa. Banyak juga petinggi-petinggi di pusat pindah ke tempat lain. Kami menghargai keputusan pribadi beliau untuk berpindah,” ujarnya.

Meski Hengky kini telah menjadi kader Gerindra, Ramlan memastikan NasDem tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Hengky Honandar dan Randito Maringka hingga akhir masa jabatan.

“Dalam sejarah NasDem sampai hari ini, ketika mengusung seseorang maka akan komit sampai masa akhir jabatan meskipun yang bersangkutan sudah tidak lagi di NasDem,” katanya.

Menurut Ramlan, pasangan Hengky-Randito pada Pilkada 2024 diusung oleh koalisi sejumlah partai, di antaranya NasDem, Gerindra, Demokrat, dan PAN.

Karena itu, perpindahan Hengky ke Gerindra tidak otomatis mengubah sikap politik NasDem di DPRD Bitung.

“Bukan berarti beliau pindah lalu kita cabut dukungan. Itu berpolitik yang tidak cerdas,” ujar dia.

Ramlan menegaskan NasDem akan tetap berada di barisan pendukung selama program pemerintahan Hengky-Randito berpihak kepada kepentingan masyarakat Kota Bitung.

“Selama Pak Hengky masih pada kepentingan masyarakat Kota Bitung, NasDem tidak akan mundur mendukung program-programnya,” tutur dia.

Ia juga menepis anggapan adanya rasa kecewa di internal partainya, meski NasDem ikut bekerja memenangkan Hengky-Randito pada Pilkada lalu.

“Kalau Pak Hengky masih berjuang untuk masyarakat, buat apa kami kecewa?” katanya.

Di akhir wawancara, Ramlan mengimbau kader, simpatisan, dan pendukung agar tidak terpecah akibat perpindahan politik tersebut.

“Kepada pendukung dan simpatisan agar tidak terkotak-kotak dengan perpindahan ini. Tetap satu komando dan tetap mendukung program-program Pak Hengky sampai masa jabatan selesai,” ujar Ramlan.

(Jamal Gani)


Pos terkait