Semarang, DetikManado.com — Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Asyah, warga Dusun Dlisem RT 13 RW 04, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, kini memasuki babak akhir. Progres pengerjaan dinding rumah berbahan bata ringan tersebut dipastikan semakin mendekati rampung pada Kamis (30/7/2026).
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari sasaran fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 yang digelar oleh Kodim 0714/Salatiga. Sejak pagi, personel Satgas TMMD bersama warga setempat tampak bahu-membahu mengangkut adonan semen dan menyusun bata ringan untuk mempercepat pengerjaan tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Bagi Asyah dan keluarga, transformasi hunian mereka dari bangunan lapuk menjadi struktur yang kokoh dan aman menghadirkan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
“Saya sangat terharu dan tidak menyangka rumah kami bisa bagus ini. Terima kasih banyak kepada Bapak-bapak TNI dan tetangga yang sudah bekerja keras setiap hari. Dulu kalau hujan kami selalu cemas, sekarang rasanya tenang dan lega,” ujar Ibu Asyah saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho menegaskan bahwa program pembenahan RTLH ini tidak sekadar mengejar target fisik, tetapi juga memupuk kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Pembangunan RTLH ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Setiap susunan bata yang berdiri bukan hanya material, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan. Kami optimis rumah Ibu Asyah selesai tepat waktu agar bisa segera ditempati dengan nyaman,” ungkap Dansatgas TMMD.
Dengan rampungnya tahap pemasangan dinding bata ringan ini, proyek RTLH Desa Cukil akan segera memasuki tahap pengerjaan atap dan finishing . Kehadiran TMMD ke-129 terbukti memberikan dampak langsung dalam meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Semarang. (yos)















