Ada Peluang Kerja di Jepang Berawal Pelatihan Gratis LPK Bali

Social Welfare Corporation Hapinesu Fukushikai menggandeng salah satu LPK dari Bali untuk menggelar sosialisasi di SMKN 6 Manado. (Foto: Yoseph Ikanubun/Detik Manado.com)

Manado, Detik Manado.com — Peluang karir dan kerja di Jepang terbuka lebar bagi tenaga kerja asal Indonesia, khususnya dari Sulawesi Utara, melalui program pelatihan komprehensif tanpa pemungutan biaya yang dipusatkan di LPK Bali.

Program kerja sama yang diusung oleh lembaga sosial asal Jepang, Social Welfare Corporation Hapinesu Fukushikai, ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pekerja agar siap secara mental, karakter, serta kualifikasi bahasa sebelum ditempatkan di Negeri Sakura.

Bacaan Lainnya

Chief Operating Officer Social Welfare Corporation Hapinesu Fukushikai, Yasue Nagano menyampaikan bahwa pihaknya bermitra dengan lebih dari 30 perusahaan di Jepang guna menyerap tenaga kerja Indonesia yang berminat mengembangkan karir di sektor pelayanan sosial dan keperawatan.

Proses rekrutmen ini mengusung sistem rotasi dengan durasi magang awal selama tiga tahun yang dapat diperpanjang hingga lima tahun, serta membuka kesempatan karir jangka panjang bagi peserta yang lulus ujian nasional di Jepang.

“Pihak industri dan lembaga di Jepang memiliki kecenderungan tinggi untuk memilih pekerja asal Indonesia karena dinilai memiliki kualitas pribadi yang sangat cocok dengan kebutuhan pelayanan lansia di sana,” ujar Yasue Nagano saat ditemui di SMKN 6 Manado, Selasa (28/7/2026).

Yasue Nagano memaparkan, karakter masyarakat Indonesia yang penuh kasih sayang kepada orang tua, ramah, serta memiliki keanekaragaman budaya dan rasa hormat yang tinggi menjadi keunggulan utama dalam melayani para klien maupun pasien lansia di Jepang secara sepenuh hati. Orang Jepang yang tua itu banyak, anak muda sedikit. Sementara orang Indonesia itu banyak dan sangat sayang kepada orang tua.

“Dari 180 pekerja asing di lembaga kami, sebanyak 130 di antaranya berasal dari Indonesia karena mereka berkualitas, memiliki keanekaragaman budaya, serta mampu melayani dengan baik dan sepenuh hati,” tuturnya.

Sebelum diberangkatkan ke Jepang, para calon pekerja wajib mengikuti pelatihan intensif selama satu hingga satu setengah tahun di LPK Bali. Pelatihan ini diselenggarakan secara gratis tanpa mengkhawatirkan beban biaya karena seluruh pendanaan ditanggung penuh oleh pihak penyelenggara.

“Langkah ini diambil guna membentuk kedisiplinan, pemahaman aturan, kebersihan, serta kesiapan karakter peserta agar tidak mengalami kendala adaptasi maupun kendala hukum selama bekerja di Jepang,” tuturnya..

Menurutnya, wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, menjadi salah satu fokus utama rekrutmen karena dinilai memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat menjanjikan. Meskipun sebagian besar calon peserta berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah, masyarakat Manado terbukti memiliki potensi keterampilan yang bagus, etos kerja tinggi, serta kepribadian yang santun.

“Hal ini menjadi kualifikasi ideal yang sangat dicari oleh penyedia kerja di Jepang,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah lembaga Kesejahteraan sosial asal Jepang memilih untuk bekerjasama dengan SMKN 6 Manado dalam perekrutan calon pekerja sosial asal Sulut ke Jepang. Di Indonesia, lembaga itu bekerjasama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Ketrampilan (LPK) untuk mempersiapkan tenaga terampil untuk bekerja di Jepang.

“Kami memilih bekerjasama dengan SMKN 6 Manado karena sekolah ini memiliki Nihongo Kurabu, sebuah klub Bahasa Jepang di sekolah,” ungkap Chief Operating Officer Social Welfare Corporation Hapinesu Fukushikai, Yasue Nagano kepada DetikManado.com pada, Selasa (28/7/2026).

Pada Selasa pagi, pihak Social Welfare Corporation Hapinesu Fukushikai menggandeng salah satu LPK dari Bali untuk menggelar sosialisasi di SMKN 6 Manado. Kegiatan itu diikuti oleh ratusan siswa sekolah itu, khususnya yang terkait dengan layanan kesehatan.

Kepala SMKN 6 Manado, Altje Salele SPd MPd menyambut baik kerjasama berjejaring dengan lembaga sosial asal Jepang tersebut. Apalagi menurutnya, kerjasama yang menyentuh dua aspek yaitu Bahasa Jepang dan perawatan sosial atau layanan kesehatan itu terdapat di SMKN 6 Manado.

“SMKN 6 Manado memiliki Nihongo Kurabu, klub Bahasa Jepang yang berlatih terkiat budaya dan bahasa Jepang. Ini tentu sangat membantu mempersiapkan para lulusan yang ingin kerja di Jepang,” tutur Altje Salele.

Dia berharap, dengan terjalinnya kerjasama berjejaring dengan lembaga Kesejahteraan sosial asal Jepang itu, membuka peluang lulusan SMKN 6 Manado serta lulusan di Sulut untuk bekerja di Jepang.

“Kita berharap peluang besar untuk para lulusan SMKN 6 Manado serta lulusan dari Sulut untuk bisa bekerja di Jepang,” ujarnya. (yos)

 

 


Pos terkait