Menuju Techno Park, SMKN 6 Manado Menggelar Experiential Learning di Kawasan Megamas

Siswa SMKN 6 Manado mengikuti kegiatan Experiential Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman di kawasan Megamas Manado, pada Jumat (4/9/2026).

Manado, DetikManado.com — Sebagai upaya nyata mewujudkan Techno Park, SMKN 6 Manado menggelar kegiatan Experiential Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman di kawasan Megamas Manado, pada Jumat (4/9/2026).

Kegiatan observasi dan analisis kontekstual ini melibatkan tujuh kompetensi keahlian untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Teaching Factory (Tefa).

Bacaan Lainnya

“Melalui Experiential Learning ini, para siswa diajak mengamati dan belajar langsung dari situasi nyata di dunia kerja serta lingkungan bisnis kawasan Megamas,” tutur Kepala SMKN 6 Manado, Altje Salele SPd MPd.

Selain sebagai pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning), ujar Altje Salele, kegiatan itu menjadi langkah awal dalam mentransformasi proses belajar mengajar agar siswa berhadapan langsung dengan dinamika lapangan.

Techno Park tersebut sebelumnya telah dicanangkan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 SMKN 6 Manado yang dirangkaikan dengan ibadah syukur di lingkungan sekolah, pada Rabu (2/9/2026).

“Konsep Techno Park dirancang untuk membawa wajah baru bagi pendidikan vokasi dengan menghadirkan suasana SMK rasa industri,” ujarnya.

Siswa SMKN 6 Manado mengikuti kegiatan Experiential Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman di kawasan Megamas Manado, pada Jumat (4/9/2026).

Dia mengatakan, melalui Techno Park, ruang belajar tidak lagi terbatas pada kelas. Peserta didik diarahkan untuk mengalami secara langsung proses riset, inovasi, produksi, hingga pengembangan bisnis untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

“Alur Techno Park dirancang secara terstruktur mulai dari ide dan riset, inovasi, pembuatan prototipe, produksi barang atau jasa, uji kualitas, hingga pemasaran dan pengembangan,” ujarnya.

Altje Salele mengatakan, rangkaian tersebut menggambarkan perubahan paradigma pembelajaran vokasi. Ide siswa tidak hanya berhenti sebagai tugas sekolah, tetapi diarahkan menjadi inovasi yang dapat dipasarkan, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak bangku sekolah.

“Momentum HUT ke-17 ini menjadi titik penting bagi SMKN 6 Manado untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja atau DUDIKA,” ujarnya.

Dia mengatakan, melalui program Techno Park dan pembelajaran lapangan seperti di kawasan Megamas, sekolah berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan lapangan kerja. (yos)

 


Pos terkait