Manfaatkan Liburan, Guru Asal Jepang Mengajar di SMKN 6 Manado

Sensei Masao Ono saat mengajar di SMKN 6 Manado pada, Selasa (4/8/2026).

Manado, DetikManado.com – Mengisi liburan bisa dengan berbagai aktifitas menyenangkan seperti berwisata. Namun seorang guru asal Jepang, Masao Ono memilih untuk terbang ke Indonesia dan mengajar di SMKN 6 Manado.

“Saya datang ke sini memanfaatkan liburan musim panas di Jepang untuk menjadi relawan mengajar bahasa Jepang,” ujar Sensei Masao Ono saat ditemui di SMKN 6 Manado pada, Selasa (4/8/2026).

Bacaan Lainnya

Masao Ono merupakan salah satu peserta program Nihongo Partners Angkatan 22, sebuah program dari Japan Foundation yang mengirim tenaga profesional dari Jepang untuk mengajar di Indonesia. Saat itu, dia kebagian mengajar di SMAN 9 Manado sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026 silam.

“Saya memilih kembali ke Manado, dan mengajar di SMKN 6 Manado karena sekolah dan kepala sekolahnya menarik. Sekolah ini juga memiliki klub Jepang yakni Nihongo Kurabu,” tutur Masao Ono.

Sensei Masao Ono bersama Kepala SMKN 6 Manado, Altje Salele SPd MPd usai diwawancarai pada, Selasa (4/8/2026). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Dia berharap, melalui kegiatan mengajar itu, semakin banyak orang yang tertarik dengan Jepang serta mempelajari budaya dan bahasanya.

“Saya datang ke Manado dengan biaya sendiri, mengisi liburan dengan mengajar sebagai relawan di SMKN 6 Manado,” ujar guru akuntansi dan komputer di SMK Negeri Nakagawa di Nagoya, Jepang ini.

Guru Bahasa Jepang di SMKN 6 Manado, Vonny Tamboto memaparkan, Masao Ono mengajar di sekolah itu sejak Senin hingga Jumat (3-7/8/2026). Dalam proses belajar mengajar, para siswa sangat antusias untuk belajar.

“Para siswa sangat semangat belajar Bahasa Jepang dari Masao Ono,” ujar Vonny Tamboto.

Sensei Masao Ono saat mengajar di SMKN 6 Manado pada, Selasa (4/8/2026).

Kepala SMKN 6 Manado, Altje Salele SPd MPd menyambut baik kehadiran Masao Ono di sekolah itu. Dia menyebut, banyak hal positif yang bisa dipelajari dari guru asal Jepang tersebut.

“Misalnya, Sensei Masao sangat detail dalam mempersiapkan pembelajaran di sekolah. Disiplin waktu, serta membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan,” ujar Altje Salele.

Altje Salele mengatakan, pelajaran berharga yang juga bisa dipetik dari Masao Ono adalah, dia rela meninggalkan liburan dan mengisinya dengan menjadi relawan. Bahkan Masao membiayai sendiri perjalanannya ke Manado.

“Liburan mungkin bisa diisi dengan berwisata dan bersenang-senang, tapi Sensei Masao mengisinya dengan menjadi relawan dan mengajar di SMKN 6 Manado,” tuturnya.

Kepala SMKN 6 Manado mengatakan, Masao merupakan salah satu dari sejumlah tenaga profesional dalam program Nihongo Parthners yang dikirim ke Indonesia untuk mengajar.

Masao ketika itu kebagian mengajar di SMAN 9 Manado, namun beberapa kali sempat mendatangi SMKN 6 Manado.

“Mungkin Sensei Masao tertarik dengan SMKN 6 Manado. Ketika program Nihongo Parthners berakhir dan mereka kembali ke Jepang, ternyata Sensei Masao mengisi liburan dengan datang kembali ke SMKN 6 Manado sebagai relawan untuk mengajar,” papar Altje Salele. (yos)

 

 

 

 

 

 


Pos terkait