Ondong, DetikManado.com – Pegelaran pesta adat Tulude di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dipastikan akan tetap digulirkan. Meski dilangsungkan secara sederhana, namun pemerintah daerah ingin agar hajatan seni budaya itu tetap terlaksana.
Akan tetapi, waktu pelaksanaanya bergulir secara bersamaan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati Chyntia Ingrid Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas.
Rangkaian acaratersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang masih berada dalam suasana duka pascabencana alam yang melanda wilayah Sitaro pada awal tahun ini. Kendati demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa penyelenggaraan Tulude tidak mengurangi nilai dan makna budaya sebagai warisan kearifan lokal masyarakat Sitaro.
Sekdakab Sitaro Denny Kondoj mengatakan, gelar Adat Tulude merupakan bagian penting dari identitas dan budaya masyarakat yang tetap perlu dijaga dan dilestarikan.
“Gelar Adat Tulude bukan sekadar seremoni, tetapi momentum spiritual dan budaya untuk bersyukur kepada Tuhan serta mempererat kebersamaan masyarakat. Karena itu, meski dilaksanakan secara sederhana, maknanya tetap utuh,” kata Denny, Selasa (3/2/2026).
Sekdakabmenambahkan, penyatuan perayaan Tulude dengan syukur satu tahun kepemimpinan juga dimaksudkan sebagai ruang refleksi bersama, sekaligus penguatan semangat masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya pascabencana.
“Lewat perayaan ini, kita ingin saling menguatkan dan mendoakan agar Kabupaten Sitaro terus bangkit, bertumbuh, dan berkembang demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(jack)















