PDI Perjuangan Bitung Terus Panaskan Mesin Partai, Geraldi: Kader Harus Jadi Penyambung Napas Perjuangan Rakyat

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung, Geraldi Mantiri saat memberikan arahan.

Bitung, DetikManado.com – Konsolidasi PDI Perjuangan Kota Bitung belum berhenti. Setelah menggelar Musyawarah Ranting (Musran) di Kecamatan Aertembaga, giliran dua kecamatan di Pulau Lembeh, yakni Lembeh Utara dan Lembeh Selatan, yang menggelar agenda serupa pada Sabtu (4/7/2026).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung Geraldi Mantiri dalam arahannya menyampaikan, Musran bukan sekadar memilih pengurus baru. Forum ini kata dia, untuk memperkuat ideologi, loyalitas, sekaligus memastikan partai tetap berpijak di tengah kehidupan masyarakat.

Di hadapan kader, Geraldi mengingatkan bahwa kekuatan PDI Perjuangan selama ini lahir dari akar rumput. Karena itu, setiap pengurus ranting dituntut menjadi penyambung napas perjuangan rakyat, bukan sekadar menjalankan roda organisasi.

“Kami ingin Musran melahirkan pemimpin-pemimpin di tingkat kelurahan yang tidak hanya solid, tetapi juga mampu menyusun program kerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Geraldi.

Ia menegaskan, nilai-nilai Soekarnoisme harus hidup dalam tindakan nyata kader. Semangat gotong royong, persatuan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil merupakan warisan Bung Karno yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kerja politik sehari-hari.

Nilai tersebut lanjut Geraldi,  menjadi roh perjuangan PDI Perjuangan dalam membangun organisasi hingga tingkat bawah.

Menurutnya, pengurus ranting adalah wajah pertama partai yang ditemui masyarakat. Karena itu, kehadiran kader harus memberi solusi, mendengar aspirasi warga, dan menjaga kepercayaan publik.

“Ranting adalah ujung tombak kita. Jika strukturnya kuat dan pengurusnya solid, maka partai akan semakin bertenaga dalam memperjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat Kota Bitung,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bitung Ridwan Mapahena mengatakan Musran merupakan bagian dari konsolidasi organisasi pasca-Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Bitung.

Menurut Ridwan, pembentukan kepengurusan baru bukan sekadar pergantian struktur, tetapi upaya menghadirkan kader-kader yang siap bekerja, disiplin menjalankan garis organisasi, dan mampu menjaga kekompakan partai hingga tingkat kelurahan.

“Musran ini merupakan tindak lanjut konkret pasca-Musancab. Seluruh tahapan telah kita lalui secara terstruktur, mulai dari tingkat anak ranting, ranting, PAC hingga koordinasi di tingkat DPC,” ujar Ridwan.

Ia memastikan konsolidasi akan terus berlanjut di seluruh kecamatan hingga target pembentukan kepengurusan ranting di 69 kelurahan rampung.

“Kita ingin pengurus yang baru nanti jauh lebih solid dalam menjalankan instruksi dan tugas-tugas kepartaian di lapangan,” pungkasnya.

(Jamal Gani)


Pos terkait