Kotamobagu, DetikManado.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU, guna memastikan distribusi kepada masyarakat berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Pemantauan dilakukan di SPBU Kotobangon, SPBU Moyag, SPBU Matali, dan SPBU Mongkonai, Sabtu (05/09/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Melky Mokoginta, mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung proses penyaluran BBM kepada masyarakat, termasuk penerapan kesepakatan yang telah ditetapkan bersama pihak terkait.
“Hari ini kami bersama perwakilan PT Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan penyaluran BBM di sejumlah SPBU. Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung proses penyaluran BBM kepada masyarakat, termasuk penerapan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam Rapat Koordinasi bersama pihak Polres Kotamobagu, Kodim 1303 Bolaang Mongondow, dan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, yakni setiap kendaraan hanya dapat melakukan pengisian BBM dengan menggunakan Barcode sebanyak satu kali dalam sehari,” ujar Melky.
Ia menjelaskan, apabila sebuah kendaraan telah melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU, maka kendaraan tersebut tidak diperbolehkan kembali melakukan pengisian di SPBU lainnya di wilayah Kota Kotamobagu pada hari yang sama.
“Ini artinya, apabila ada kendaraan sudah melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU, misalnya di SPBU Mongkonai, maka pada hari yang sama kendaraan tersebut tidak dapat kembali melakukan pengisian di SPBU lainnya di wilayah Kota Kotamobagu. Ketentuan ini telah disepakati bersama para pengelola SPBU di Kota Kotamobagu,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan ketentuan tersebut merupakan salah satu langkah untuk mengurai antrean kendaraan di SPBU. Hal ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota Kotamobagu yang terus mendorong berbagai langkah agar antrean kendaraan dapat segera terurai sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lancar.
Selain itu, Pemkot Kotamobagu meminta pengelola SPBU Kotobangon dan SPBU Mongkonai untuk menyediakan jalur pengisian BBM yang terpisah bagi kendaraan roda dua dan bentor.
“Untuk mempercepat penyaluran BBM, kami juga meminta, khususnya kepada pengelola SPBU Kotobangon dan SPBU Mongkonai, untuk menyediakan jalur pengisian BBM yang terpisah, yakni jalur khusus untuk kendaraan roda dua dan jalur khusus untuk bentor,” ungkapnya.
Pemisahan jalur tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengisian BBM sehingga bentor tidak terlalu lama menunggu dalam antrean. Terlebih, bentor merupakan salah satu sarana transportasi yang banyak digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Aditya Taufiq Ramadhan, kembali memastikan stok BBM untuk wilayah Kota Kotamobagu tetap tersedia.
“Kami kembali memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Kota Kotamobagu tetap tersedia. Kita juga tetap melakukan prioritas penyaluran BBM ke Kota Kotamobagu. Masyarakat tidak perlu panik karena kami memastikan bahwa penyaluran untuk Pertalite khususnya, aman, dan tidak ada kekosongan,” ujarnya.
Aditya juga mengimbau pengelola SPBU untuk selalu mencocokkan barcode dengan pelat nomor kendaraan.
“Kami juga mengimbau kepada pengelola SPBU untuk selalu mencocokkan antara barcode dengan pelat nomor kendaraan. Kami mengimbau kepada SPBU bahwa jika ditemukan indikasi penyalahgunaan atau pengisian yang tidak sesuai, maka bisa melaporkan kepada Aparat Penegak Hukum yang membantu di lapangan dalam mengawasi penyaluran BBM,” katanya.
Ia menambahkan, Pertamina akan terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM mulai dari saat SPBU melakukan pemesanan, proses penyaluran dari depot ke SPBU, hingga penyaluran BBM kepada masyarakat.
“Kami juga akan terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM, mulai dari saat SPBU melakukan pemesanan, proses penyaluran dari Depot ke SPBU, hingga penyaluran BBM kepada masyarakat. Kami juga mengingatkan kepada seluruh pengelola SPBU untuk tidak melayani pengisian BBM berulang dan tidak wajar,” tegasnya.
Aditya berharap langkah tersebut, bersama dukungan Pemkot Kotamobagu dan aparat penegak hukum, dapat membantu mengurangi antrean kendaraan di SPBU.
Pemantauan penyaluran BBM tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, SBM II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Aditya Taufiq Ramadhan, Checker Fuel II PT Pertamina Patra Niaga, Daffa Aslam, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. (Dayat)














