Manado, DetikManado.com – Wacana terkait pergeseran atau roling kepala sekolah (kepsek) jenjang SMA, SMK, dan SLB ditanggapi oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE. Sejumlah pernyataan penting terkait hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut kepada wartawan pada, Senin (26/5/2025).
“Kepala sekolah yang pensiun saja sudah berapa. Yang masih Plt (pelaksana tugas) ada 55 orang, 17 akan pensiun. Kita akan lihat mereka jangan terlalu lama di suatu tempat. Kita bisa geser-geser,” ungkap Yulius Selvanus usai membuka kegiatan Pertemuan Terpadu Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut.
Disinggung soal imbas Pilkada waktu lalu terhadap kinerja para kepala sekolah, termasuk pihak-pihak yang menakut-nakuti kepala sekolah, Yulius Selvanus mengakuinya.
“Ini di lapangan kita sering mendengar, gak tau siapayang menakut-nakuti kepala sekolah sehingga mereka malas bekerja,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut Dr Femmy J Suluh MSi.
Dia mengatakan, terkait pilihan politik saat Pilkada itu bagian dari masa lalu yang sudah selesai. Masa politik sudah selesai.
“Sekarang itu kita bekerja membangun Sulut,” ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur Sulut juga menyentil peluang kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk bisa menjadi Kepala Dinas Pendidikan.
“Saya tanya Ibu (Kepala Dinas Pendidikan) basic sekolah, nda ada di pendidikan. Ternyata pemerintahan. Besok beliau pensiun, yang sekarang kepala sekolah ini bisa (jadi Kepala Dinas Pendidikan) gak? Bisa!” ujar Gubernur Sulut.
Menurutnya, hal itu supaya linier antara basic pendidikan dengan jabatan yang diemban. Dia mencontohkan basic pendidikan yang kemudian linier dengan jabatan yang diemban.
“Kamau pendidikan, kepala sekolah, pengawas sekolah, berkesempatan untuk menjadi Kepala Dinas (Pendidikan) ke depan. Harus professional,” tuturnya.
Kepada ratusan kepala sekolah yang hadir, Gubernur Suklut berpesan agar nikmati pekerjaan yang dipercayakan, dan tingkatkan prestasi yang ada.
Kegiatan itu dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. (Yoseph Ikanubun)















