Aceh Tamiang, DetikManado.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum berkomitmen mencetak generasi muda yang berintegritas dan memiliki jiwa sosial tinggi. Hal ini dibuktikan dengan penerjunan 119 Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) untuk melaksanakan aksi pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung mulai 11 hingga 24 Januari 2026 ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Para taruna yang berasal dari jurusan Ilmu Pemasyarakatan dan Imigrasi ini fokus membantu pemulihan di sejumlah titik, mulai dari Lapas Aceh Tamiang, tempat ibadah, hingga sekolah-sekolah di bawah koordinasi satuan tugas bencana setempat.
Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menegaskan bahwa terjun langsung ke lapangan adalah metode terbaik untuk mengasah empati dan karakter para calon aparatur hukum.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin taruna Poltekpin belajar langsung dari masyarakat, merasakan empati, dan menumbuhkan semangat gotong royong sebagai nilai luhur Pancasila,” ujar Gusti Ayu.
Lebih dari Sekadar Kompetensi Teknis
Gusti Ayu menekankan bahwa pendidikan di lingkungan BPSDM Hukum tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual atau penguasaan teknis semata, tetapi juga pada pembentukan jati diri yang Pancasilais.
“BPSDM Hukum berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berjiwa pengabdian, dan Pancasilais. Nilai-nilai itu harus tumbuh melalui praktik nyata di lapangan,” ujar Ayu.
Koordinasi Lintas Sektoral
Guna memastikan aksi kemanusiaan ini berjalan efektif, jajaran Poltekpin telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Satgas Bencana Aceh. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Hukum agar bantuan dan tenaga yang dikerahkan tepat sasaran dan sejalan dengan mekanisme penanganan bencana nasional.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta jajaran pemasyarakatan dan keimigrasian setempat. Gusti Ayu berharap pengalaman di medan bencana ini menjadi modal berharga bagi para taruna di masa depan.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal penting bagi taruna Poltekpin untuk kelak menjadi aparatur hukum yang profesional, humanis, dan selalu mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya memungkasi. (yos)













