Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Sulut pada 12 dan 13 Januari

Kondisi akses jalan yang terputus sehingga mengisolasi sejumlah kampung di Kabupaten Kepulauan Sitaro, usai banjir bandang yang terjadi pada, Senin (5/1/2026) dini hari.

Manado, DetikManado.com – Warga Sulut diminta untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang bakal terjadi pada, Senin – Selasa (12-13/1/2026). Hal ini disampaikan pihak Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi Manado.

‘’Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, kami memantau berbagai fenomena yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sulut pada 12 hingga 13 Januari 2026,’’ ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi Manado Dhira Utama pada, Minggu (11/1/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, fenomena itu antara lain angin Muson Barat yang dominan, La Nina lemah, suhu muka laut lebih hangat. Prediksi spasial MJO berkontribusi dalam pembentukan awan hujan dan terdeteksi Sirkulasi Siklonik di Samudera Pasifik utara Papua memicu pertemuan dan belokan angin yang memberikan dampak potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang.

‘’Ini didukung dengan kelembaban udara basah di setiap lapisan dan tingginya indeks labilitas atmosfer,’’ ujarnya.

Menurutnya, kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang, hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di beberapa kabupaten/kota di Sulut. beberapa daerah itu adalah Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolmong Utara, Sitaro, Sangihe dan Talaud.

‘’ BMKG menghimbau masyarakat, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,’’ ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat dan pemerintah berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir.

‘’Mengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, secara lebih rinci dan detail,’’ ujarnya. (yos)

 

 


Pos terkait