Bitung, DetikManado.com – Kasus kematian tragis bayi berusia 1,8 tahun, Zavier Ali, di Kota Bitung mulai menemukan titik terang.
Polisi kini mengurai kronologi kejadian sambil menunggu hasil autopsi yang akan menjadi penentu penyebab pasti kematian korban.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu (22/3/2026) di sebuah rumah kos di Kelurahan Manembo Nembo Atas, Kecamatan Matuari. Saat itu, kedua orang tua korban, Fadli Ali (30) dan Adelia Alow (20), terlibat pertengkaran yang diduga dipicu masalah ekonomi.
Di tengah emosi, Fadli diduga melempar anaknya sendiri ke arah tempat tidur dari dekat pintu kamar. Setelah itu, korban langsung mengalami kejang-kejang dan kesulitan bernapas.
“Ia langsung kejang dan susah napas,” ungkap Adelia.
Melihat kondisi tersebut, Adelia sempat berupaya menyelamatkan anaknya dengan memberikan napas buatan dan pertolongan seadanya.
Namun, nyawa Zavier tidak tertolong. Diketahui, korban juga memiliki riwayat kelainan jantung.
Kasusnya saat ini dalam penanganan serius Polres Bitung. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk tetangga kos yang mendengar keributan sebelum kejadian.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama menegaskan, pihaknya masih mendalami seluruh keterangan yang ada.
“Kami sudah memeriksa saksi-saksi, termasuk tetangga kost. Semua informasi masih kami dalami,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Yang paling krusial, polisi kini menunggu hasil autopsi untuk mengungkap fakta medis di balik kematian balita tersebut.
“Hasil autopsi akan menjadi kunci utama dalam menentukan penyebab kematian korban,” tegasnya.
Informasi lain menyebutkan, keluarga ini baru beberapa hari menempati kos tersebut, tepatnya sejak 19 Maret 2026. Warga sekitar juga mengaku sempat mendengar suara cekcok keras disertai tangisan bayi pada siang hari sebelum tragedi terjadi.
Adapun kasus ini telah menyita perhatian publik dan memicu keprihatinan mendalam. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi, sembari memastikan proses hukum berjalan transparan hingga fakta sebenarnya terungkap.
(Jamal Gani)















