Saat Pemprov Sulut Menambah Rumah Singgah Baru di Tengah Berkurangnya ODP

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel saat video conference, Rabu (22/04/2020) malam

Manado, DetikManado.com – Pemprov Sulut dan Gugus Tugas Covid-19 kembali berencana akan menambah rumah singgah yaitu Gedung Kita Waya yang berada di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau para pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal dengan tujuan pemantauan secara cepat.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel menjelaskan, pihaknya tengah melakukan sosialisasi terkait ekspansi rumah singgah Diklat Maumbi, Bapelkes Malalayang serta Kantor Penanggulangan Krissis di Mapanget, sehingga Pemprov sudah mengantisipasi apabila kemudian hari ketiga rumah ini terisi.

Bacaan Lainnya

“Sudah disiapkan Gedung Kita Waya yang berada di Airmadidi, dan tadi pagi sudah dilaksanakan sosialisasi kepada sebagian aparatur pemerintahan di wilayah setempat,” ujarnya.

Sosialisasi juga diberikan kepada masyarakat seputaran gedung tersebut agar diharapkan rencana kedepan ini akan dimuluskan untuk meanampung ODP yang berasal dari daerah transmisi lokal.

Oleh karena itu, Dandel mengatakan tujuan utama dari rumah singgah ini bukanlah sebagai tempat PDP dan pasien positif Covid-19, tetapi semata-mata dimanfaatkan untuk memantau secara cepat ODP dan pelaku perjalanan.

“Sehingga kita dapat meminimalkan potensi penyebaran virus ini,” katanya.

Sampai saat ini pihaknya, kata Dandel, sudah memantau lebih dari 150 orang dan sebagian sudah dilepas serta jumlah terkininya adalah 52 orang di rumah singgah Maumbi dan Bapelkes, Malalayang.

” Aktivitas mereka sehari-hari adalah pagi harinya diajak berolahraga, karena mereka bukan orang sakit tetapi pada dasarnya kondisi mereka prima. Hanya diisolasi untuk dipantau, dan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas pribadi mereka masing-masing,” jelas Dandel.

Gugus Tugas Covid-19 Sulut juga melaksanakan pemeriksaan rutin Rapid Test kepada warga pada hari pertama dan hari kesepuluh.

“Ini sesuai dengan prosedur dan kemudian bila di antara mereka ada yang reaktif maka akan ditindak lanjuti untuk pemeriksaan Swab,” ujarnya.

Terkait keberadaan PDP dan pelaku perjalanan di Rumah Singgah, Dandel mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Sulut bahwa keberadaan rumah singgah ini adalah satu kebijakan yang patut didukung.

“Karena dengan demikian dengan kebijakan ini dapat menghambat potensi penularan di Provinsi Sulut,” pungkas Dandel.

Sementara untuk perkembangan ODP total berjumlah 1.020 orang, dan 884 orang di antaranya sudah selesai dipantau. Yang masih dalam pantauan sebanyak 136 orang yang sebagian besar tersebar di kabupaten dan kota serta di rumah singgah. (ml)

Komentar Facebook

Pos terkait