DetikManado.com, Tateli – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengunjungi sejumlah lokasi gempa bumi di Sulut pada, Jumat (3/4/2026).
Suharyanto hadir di lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 di Gedung KONI Sulut, Kecamatan Sario, Kota Manado.
Setelah menyelesaikan peninjauan di Kota Manado, Kepala BNPB beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah duka korban meninggal dunia Deice Lahia (70) di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.
“Kami mendoakan mendiang serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Selain memberikan penguatan, Kepala BNPB juga menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
Kehadiran Kepala BNPB dan rombongan ini disambut keluarga dan masyarakat sekitar.
“Terima kasih Kepala BNPB sudah datang langsung mengunjungi keluarga yang berduka,” ujar pihak keluarga.
Deice Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan KONI Sulut
Diberitakan sebelumnya, seorang lansia bernama Deice Lahia (70) dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan bangunan KONI Sulut.
Korban diketahui merupakan kakak kandung dari petinju legendaris Indonesia, Ilham Lahia, sosok yang pernah mengharumkan nama bangsa hingga babak 16 besar Olimpiade Seoul 1988.
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa korban dievakuasi dari area halaman bangunan KONI dalam kondisi meninggal dunia.
”Korban bernama Deice Lahia, berusia 70 tahun. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado,” ujar Nuriadin, Kamis (2/4/2026).
Detik-detik Kejadian
Saksi mata yang berada di lokasi, Stevi Pude, menceritakan kepanikan saat gempa melanda. Menurutnya, warga sempat berteriak memperingatkan korban yang saat itu sedang berada di depan halaman rumah yang berdekatan dengan gedung KONI.
”Saat terjadi gempa, kami semua berhamburan keluar. Kami sudah memanggil Oma Dei, tapi dia masih tetap duduk di halaman. Mungkin karena usianya, beliau tidak bisa bergerak cepat,” ungkap Stevi yang merupakan tetangga korban.
Konfirmasi Sosok Korban
Kabar mengenai identitas korban sebagai kakak dari sang petinju nasional dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, Bonix Saweho. Bonix, yang juga merupakan junior Ilham di dunia tinju dan pernah berlaga di Olimpiade Athena 2004, menyampaikan rasa duka yang mendalam.
”Iya benar kawan, korban adalah kakak dari Ilham Lahia,” kata Bonix singkat saat dikonfirmasi media.
Sosok Ilham Lahia sendiri merupakan sejarah besar bagi tinju Indonesia. Di Olimpiade Seoul, ia mencatatkan kemenangan ikonik saat memukul KO petinju Mesir, Mohamed Hegazi, sebelum akhirnya terhenti di tangan petinju tuan rumah. (yos)















