Warembungan, Detik Manado.com – Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado kembali menggelar hajatan tahunan Family Gathering yang ke-6. Mengambil lokasi di Paroki Santo Petrus Warembungan, kegiatan yang dimulai pada Sabtu (16/5/2026) ini menjadi momentum krusial bagi para “wartawan gereja” untuk memperkuat misi pewartaan di era digital.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ini turut dihadiri oleh Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, Romo Agung Nugroho Pr, Pastor Paroki Santu Petrus Rasul Warembungan, Pastor Windy Tangkuman Pr, serta jajaran pemerintah setempat dan kepolisian.
Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, dalam sambutannya menekankan adanya pergeseran tren pewartaan gereja yang kini harus beradaptasi dengan teknologi. Ia menyebut fenomena ini sebagai transformasi dari cara konvensional menuju era digital yang serba cepat.
“Kalau dulu, trennya apa? Dari altar ke pasar. Kalau sekarang, dari altar ke layar, karena kita sekarang serba touch screen. Dari jari-jari kita inilah akan muncul karya-karya pewartaan,” ujar Pastor Made di hadapan ratusan peserta.
Berawal dari Keterbatasan COVID-19
Dalam kilas baliknya, imam yang akrab disapa Pastor Made ini menceritakan bahwa gerakan Family Gathering ini lahir dari kerinduan untuk tetap berkarya di tengah pembatasan pandemi COVID-19 beberapa tahun silam. Dimulai dengan jumlah peserta yang sangat terbatas di Paroki Santo Antonius de Padua Tataaran, kegiatan ini terus bertumbuh hingga menjadi agenda yang dinanti-nantikan.
“Kami memulai ini karena rindu. Waktu COVID-19 kita dilarang membuat pertemuan besar, tapi masa kita harus berdiam diri? Sementara kita adalah pegiat Komsos yang mendokumentasi dan mempublikasikan kegiatan gereja,” kenangnya.
Ia menambahkan, evaluasi terus dilakukan dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya kegiatan hanya berlangsung satu hari yang melelahkan, kini konsepnya diubah menjadi menginap di rumah-rumah umat (live-in) agar para peserta memiliki waktu lebih banyak untuk belajar dan menjalin persaudaraan.
Tantangan Menjangkau 78 Paroki
Meski menunjukkan tren positif, Pastor Made mengakui masih ada tantangan besar ke depan. Berdasarkan data Komsos, saat ini baru sekitar 55 paroki dari total 78 paroki di Keuskupan Manado yang aktif berkoordinasi dalam media komunikasi.
“Berarti saya masih punya PR kurang lebih 30-an paroki. Spirit logo kita yang melingkupi pulau Sulawesi menggambarkan bahwa kita semua dirangkul di sini. Harapannya, setelah pulang, teman-teman membawa sesuatu untuk karya pewartaan di paroki masing-masing. Bukan untuk saya, tapi untuk kemuliaan nama Tuhan,” tegasnya.
Selama dua hari ke depan, para pegiat Komsos akan mendapatkan pembekalan intensif dari narasumber nasional. Para peserta juga didorong untuk berbaur dengan masyarakat Warembungan sebagai bagian dari implementasi semangat kebersamaan dan komunikasi yang inklusif.
Kegiatan ini akan berlangsung hingga, Minggu (17/5/2026) besok. (yos).














