Kesaksian 25 Tahun Imamat Pastor Fanny Stephanus Manengkey MSC

Pastor Fanny Stephanus Manengkey MSC.

Tataaran, DetikManado.com – Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memimpin Misa Perayaan 25 tahun Imamat dari Pastor Fanny Stephanus Manengkey MSC pada, Minggu (10/5/2026).

Ratusan umat Katolik Paroki Santu Antonius de Padua Tataaran serta sejumlah paroki lainnya memadati kompleks Kasuang Spiritual Center, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulut, tempat berlangsungnya perayaan itu.

Bacaan Lainnya

Uskup Manado memimpin misa yang dimulai pukul.09.00 Wita, Ia didampingi sejumlah pastor lainnya seperti dua putra Tataaran yakni Pastor Jance Mangkey MSC dan Pastor John Tinggogoy MSC, serta sejumlah pastor yang pernah bertugas di Paroki Tataaran seperti Pastor Alo Koraag Pr dan Pastor Dismas Saletia Pr.

Pastor Jance Mangkey MSC menyampaikan homili, dengan menceritakan bagaimana 25 tahun lalu, dia datang dari Roma, Italia, untuk menghadiri pentahbisan Pastor Fanny.

“Saya masih bertugas di Roma, tapi karena ada putra Tataaran yang akan ditahbiskan sebagai Imam, maka saya pulang ke Indonesia. Setelah 25 tahun kemudian, hari ini saya datang untuk merayakan 25 tahun Imamat Pastor Fanny,” ujarnya.

Dalam homilinya, Pastor Mangkey memaparkan tentang arti panggilan, semangat melayani, serta tantangan seorang Imam.

“25 tahun Pastor Fanny menjalani panggilannya dengan setia,” tuturnya.

Usai misa, dilanjutkan dengan kesaksian dari Pastor Fanny menjalani 25 tahun panggilannya sebagai imam.

“Puji syukur hari ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan, itu semata-mata karena kami merasakan sebagai kasih dan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kami,” tutur Pastor Fanny.

Dia memaparkan, 25 tahun yang lalu, dirinya melangkah maju dengan sebuah jawaban yang sederhana, yang kemudian dikokohkan dalam moto tahbisan: Bangunlah dan Berjalanlah.

“Dan hari ini, langkah demi langkah itu bukan sekedar pencapaian yang mampu dijalani, melainkan suatu bukti nyata dari kesetiaan Tuhan yang tak pernah putus dalam karya dan pelayanan kami,” papar Pastor Fanny kini betugas di Jayapura, Papua ini.

Dia mengatakan, mengingat ke belakang selama seperempat abad ini, hatinya dipenuhi dengan berbagai kenangan. Ada masa-masa di mana pelayanannya terasa begitu ringan dan tertawa, meski seperti sekarang ini memang terasa sedikit sulit. “Ada saat-saat duka, di mana tantangan terasa sangat berat dan patutlah dicatat dalam buku kenangan ini,” tuturnya.

Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, Pastor John Tinggogoy MSC, Pastor Fanny Stephanus Manengkey MSC, dan Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Dalam perjalanan ini, lanjut Pastor Fanny, dirinya belajar satu hal yang sangat penting bahwa menjadi imam bukanlah tentang menjadi sempurna, walaupun terkadang tuntutan hidup sebagai pengikut Kristus seakan-akan harus menjadi sempurna.

“Melainkan tentang kesediaan untuk terus dibentuk oleh tangan Tuhan,” ujarnya.

Dirinya menyadari bahwa jubah yang dikenakan itu bukan tanda tentang kehebatan sebagai pribadi, melainkan tanda kelemahan dalam pelayanannya bersama umat.

“Di setiap paroki, di setiap perjumpaan umat, dan di setiap pelayanan sakramen, saya begitu banyak belajar tentang ketulusan dan iman dari Bapak, Ibu, dan saudara-saudari sekalian. Anda semua adalah wajah Tuhan yang menguatkan pelayanan panggilan saya,” tuturnya.

Pada kesempatan istimewa itu, dia mengucapkan terima kasih yang tulus kepada orang tua, keluarga yang tetap rendah hati, yang dia percaya keluarga menjadi persemaian utama panggilan hidupnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh umat yang telah menjadi tonggak baginya ketika terasa jalan semakin mendaki. Dia mohon doa dari umat.

“Doakanlah agar di tahun-tahun mendatang saya tetap setia, tetap rendah hati, dan tetap bersemangat dalam mewartakan kasih Tuhan,” ujarnya.

Pastor Fanny mengatakan, semoga perayaan 25 tahun ini tidak hanya menjadi perayaan baginya, tetapi menjadi perayaan syukur bagi semua atas kebaikan Tuhan yang boleh dialami.

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Bapak Uskup, Pastor, dan hadirin,” ujarnya.

Turut hadir dalam perayaan itu, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, para pejabat di lingkungan Pemkab Minahasa, Dandim Minahasa, serta para tamu undangan yang datang dari luar daerah seperti Makassar dan Papua. (yos)

 


Pos terkait