Manado, DetikManado.com – Keluhan warga terkait Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulut, yang sempat berpolemik dan viral di media sosial (medsos) akhirnya mencapai kesepatakan dan solusi. Pihak SPPG Tumumpa II bakal segera memperbaiki IPAL tersebut.
“Mengenai permasalahan dari warga yang mengeluh, tentang limbah lebih khususnya, kami sudah sepakat bersama dengan mitra dan juga yayasan bahwa segera memperbaiki apa yang menjadi kurangnya kami,” ujar Kepala SPPG Tumumpa Dua, Christian Jevy Ombeng saat pertemuan dengan warga pada, Selasa (12/5/2026).
Christian Jevy Ombeng memaparkan, pihaknya akan lebih aktif lagi untuk menanggapi keluhan-keluhan dari masyarakat, dan akan segera tindak lanjuti.
Terkait jangka waktu untuk memperbaiki IPAL tersebut, dia mengatakan, membutuhkan waktu tiga hari.
“Kalau untuk jangka waktu yang ingin kami perbaiki itu 3 hari. Sesuai dengan tadi Pak Wakil Kepala Badan Gizi Nasional kasih target 3 hari untuk penyelesaian tentang perbaikan, maka kami siap untuk 3 hari perbaikan,” ujarnya.
Sedangkan terkait operasional SPPG, dia mengatakan, sejauh ini operasional masih aman-aman saja, tidak ada permasalahan-permasalahan yang terjadi.
“Jadi masih aman-aman di luar dari permasalahan (limbah) tersebut,” ujarnya.
Menanggapi harapan warga mengenai solusi pembangunan IPAL baiknya berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat, dia mengatakan, pihaknya selalu mengadakan sosialisasi dengan pihak kelurahan.

“Karena setiap minggunya itu kami selalu mengadakan kerja bakti di lingkungan kelurahan,” ujarnya.
Diketahui, polemik ini muncul ketika salah satu warga setempat yakni Nurmiati Manurung mengeluhkan pembuangan limbah dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG Tumumpa Dua. Menurutnya, limbah itu menimbulkan bau serta mengganggu kesehatan.
Nurmiati sempat mendatangi SPPG Tumumpa Dua untuk bertemu dengan Kepala SPPG, namun tidak belum sempat bertemu. Dia kemudian menyebarkan keluhannya itu di media sosial yang menyulut polemik.
“Karena sudah viral, baru mau ditanggapi oleh Kepala SPPG. Tapi setelah pertemuan, saya akhirnya menghapus postingan itu. Masalah ini selesai,” ujar Nurmiati Manurung.
Dia berharap, karena SPPG ini terkait dengan gizi, limbahnya harus dikelola dengan baik. Ke depannya tolong jangan lagi ada limbah-limbah.
“Perhatikanlah masalah limbah ini, dengan dibuatkan pipa supaya limbah sudah di dalam pipa, tidak keluar lagi di selokan,” ujarnya.
Pertemuan antara Kepala SPPG Tumumpa Dua bersama warga tersebut turut dihadiri Koordinator Wilayah SPPG Manado, Stefano Taarega.
Diketahui, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung didampingi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Manado, Dr Billy C Kereh SIP MSi sempat mengunjungi SPPG Tumumpa Dua. Termasuk meninjau IPAL, dan menginstruksikan untuk segera dibenahi. (yos)














