FG Komisi Komsos, Uskup Manado: Gereja yang Sinodal, Berjalan Bersama!

Pembukaan kegiatan Family Gathering ini ditandai dengan pemukulan tetengkoren oleh Uskup Manado didampingi sejumlah sejumlah pastor serta penyelenggara kegiatan, dan tamu undangan. (Foto: Yoseph Ikanubun/Detik Manado.com)

Warembungan, DetikManado.com – Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, menyampaikan pesannya saat kegiatan Family Gathering Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado ke-6 yang digelar di Paroki Warembungan, Sabtu (16/5/2026).

Dalam arahannya, Uskup Manado menekankan pentingnya esensi perjumpaan fisik di tengah gempuran dunia digital.

Bacaan Lainnya

Di hadapan delegasi dari 52 paroki, Uskup Manado mengapresiasi inisiatif Komisi Komsos yang menyediakan wadah bagi para pegiat media Gereja untuk bertemu secara langsung. Baginya, teknologi secanggih apa pun memiliki batasan dalam membangun relasi kemanusiaan.

“Kita menghargai perkembangan luar biasa, penemuan modern, dan teknologi. Tapi itu tidak bisa menggantikan yang asli ini. Yang asli ini adalah dengan wajah asli dan suara yang asli,” ujar Mgr Rolly.

Ia mengutip pemikiran Paus yang menekankan pentingnya perjumpaan pribadi (person-to-person). Menurutnya, dunia maya sering kali penuh dengan modifikasi dan hal-hal yang bersifat artifisial.

“Penting bagi kita untuk berjumpa secara pribadi, secara asli, dari wajah ke wajah. Bukan hanya di dunia maya dengan segala modifikasi dan artifisialnya,” tegasnya.

 

Menuju Gereja yang Sinodal

Lebih lanjut, Mgr. Rolly mengaitkan semangat Family Gathering ini dengan gerakan Gereja Universal, yakni Gereja yang Sinodal. Ia menjelaskan bahwa akar kata Sinodal berasal dari bahasa Yunani, Syn-Hodos.

“Apa artinya itu? Berarti berjalan bersama. Syn berarti bersama, Hodos berarti berjalan. Marilah kita tetap membangun ini, Gereja yang bergerak, berjalan bersama, sebab kalau kita jalan bersama-sama, maka kita jadi kuat,” jelas Uskup.

Ia meyakini bahwa kekuatan “berjalan bersama” ini mampu menghadirkan mukjizat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada acara-acara besar. Semangat ini, menurutnya, harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga, wilayah rohani, hingga ke tingkat paroki.

“Saya yakin dan percaya mukjizat itu nyata dalam kehidupan sehari-hari kalau kita menjaga ini: jalan bersama,” tambahnya.

Uskup Manado saat memberikan sambutan di Family Gathering Komisi Komsos se Keuskupan Manado. (Foto: Yoseph Ikanubun/Detik Manado.com)

Suasana Akrab dan Guyon

Acara pembukaan ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan sesekali diwarnai tawa hadirin. Di awal sambutannya, Mgr. Rolly sempat berseloroh mengenai masa jabatan Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr.

Ia menceritakan candaan rekan imamnya yang membandingkan dengan Komsos di Keuskupan lain, di mana ketuanya menjabat dalam waktu yang sangat lama. “Bisa jadi, Bapak Uskup, mungkin perlu diperpanjang masa jabatan Romo Made ini. Di Keuskupan Agung Palembang, Ketua Komsosnya dijabat sejak masih Diakon hingga menjadi menjadi pastor dan meninggal dunia ,” ujarnya menirukan ucapan koleganya, yang disambut tawa riuh peserta.

Uskup juga menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada tim pendampingnya, termasuk sang sopir yang ia juluki sebagai “pilot” karena keandalannya menembus medan pelayanan Keuskupan Manado yang luas hingga ribuan kilometer.

Kegiatan Family Gathering Komsos ke-6 ini diharapkan menjadi momentum bagi para komunikator iman di Keuskupan Manado untuk mempererat persaudaraan dan menyelaraskan langkah dalam karya pewartaan di era digital.

Pembukaan kegiatan Family Gathering ini ditandai dengan pemukulan tetengkoren oleh Uskup Manado didampingi Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, Romo Petrus Noegroho Agoeng Pr, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, Pastor Paroki Santu Petrus Rasul Warembungan, Pastor Windy Tangkuman Pr. Juga Plh Hukum Tua Desa Warembungan, Kapolsek Pineleng, Ketua Panitia Jimmy Senduk, serta perwakilan peserta. (yos)

 


Pos terkait