Karya Bakti Skala Besar, 57 Mahasiswa Unsrat serta 212 Prajurit Kodam XIII/Merdeka Berangkat ke Talaud dan Sangihe

Keberangkatan dipimpin langsung Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus SIP di Pelabuhan Samudera Bitung, Sabtu (11/7/2026).

Bitung, DetikManado.com – Kolaborasi antara TNI dan dunia akademik kembali ditunjukkan melalui pemberangkatan 57 mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bersama 21 dosen dan 212 prajurit Kodam XIII/Merdeka menuju Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut.

Keberangkatan ini untuk melaksanakan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026. Keberangkatan dipimpin langsung Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus SIP di Pelabuhan Samudera Bitung, Sabtu (11/7/2026).

Bacaan Lainnya

Keikutsertaan para mahasiswa bersama ratusan prajurit menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pembangunan serta pengabdian kepada masyarakat di wilayah terdepan dan terluar Indonesia.

Pangdam XIII/Merdeka menegaskan bahwa seluruh personel yang berangkat mengemban amanah negara untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di Talaud dan Sangihe.

“Hari ini Saudara bukan sekadar berangkat menuju lokasi penugasan, tetapi membawa amanah negara. Saudara membawa nama baik TNI, Kodam XIII/Merdeka, Universitas Sam Ratulangi, sekaligus membawa harapan masyarakat yang ingin daerahnya semakin maju,” ujar Pangdam.

Pangdam juga mengajak seluruh mahasiswa Unsrat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut akan membentuk karakter kepemimpinan, menumbuhkan nasionalisme, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Sementara kepada para prajurit, Pangdam berpesan agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga disiplin, menghormati adat dan budaya setempat, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat.

Menurut Pangdam, kolaborasi 57 mahasiswa Unsrat dan 212 prajurit Kodam XIII/Merdeka menjadi bukti bahwa pembangunan wilayah perbatasan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara TNI, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.

Salah satu mahasiswi peserta Karya Bakti Skala Besar, Anjelita Cecialante dari Fakultas Hukum Unsrat mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelibatan mahasiswa oleh TNI merupakan kesempatan berharga untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengabdi kepada masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina.

“Kegiatan ini sangat bagus karena TNI melibatkan mahasiswa untuk melakukan pengabdian di perbatasan Indonesia–Filipina. Kami merasa sangat terhormat dan senang karena bisa mendapatkan pengalaman baru,” ujarnya.

Anjelita mengatakan, Ilmu yang diperoleh di Fakultas Hukum dapat diimplementasikan di Pulau Talaud.

“Besar harapan kami, kegiatan TNI bersama mahasiswa ini dapat membawa dampak positif dan kemajuan bagi masyarakat di sana,” ungkap Anjelita.

Melalui Karya Bakti Skala Besar ini, para mahasiswa dan prajurit akan bergotong royong melaksanakan berbagai program pengabdian yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan, mempererat kebersamaan, serta memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan Indonesia. (yos)


Pos terkait