Sangihe, DetikManado.com – Gunung Awu di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kini berada pada tingkat aktivitas Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan dilarang keras melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditentukan.
Berdasarkan laporan pengamatan visual dan kegempaan berkala pada Jumat (29/5/2026) periode pukul 12.00 hingga 18.00 Wita, kondisi gunung api setinggi 1.320 mdpl tersebut terpantau masih mengalami fluktuasi aktivitas.
Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Awu dilaporkan cerah, berawan, hingga mendung dengan suhu udara berkisar antara 23–29 °C. Tubuh gunung dominan tertutup kabut 0-I hingga 0-III, dan asap dari kawah utama tidak teramati dari pos pengamatan.
Dari sisi kegempaan, instrumen merekam adanya aktivitas tektonik. Tercatat terjadi 7 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo berkisar antara 5–48 mm, durasi gempa 35–50 detik, serta S-P berdurasi 11–16 detik.
Penyusun Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Subandrio K. Puyo, menegaskan bahwa status gunung saat ini menuntut pengosongan area steril di sekitar puncak kawah demi keselamatan.
“Saat ini Gunung Awu berada pada Level III atau Siaga. Rekomendasi utama kami, masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan agar tidak mendekati dan dilarang keras beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak,” ujar Subandrio dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).
Pihak PVMBG juga mengimbau warga yang bermukim di sekitar lereng Gunung Awu untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap segala kemungkinan perkembagan aktivitas vulkanik.
“Kami berharap masyarakat di sekitar Gunung Awu tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan untuk selalu mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tambah Subandrio.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus bersinergi dalam memantau perkembangan aktivitas Gunung Awu.
Masyarakat juga diimbau untuk mengakses informasi berkala mengenai tingkat aktivitas dan rekomendasi keselamatan terkini melalui saluran resmi mitigasi bencana.(yos)















