Semarang, DetikManado.com – Guna menjamin kelancaran dan keselamatan kerja selama proyek pembangunan infrastruktur desa, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 bergerak cepat memeriksa kelayakan seluruh peralatan kerja di Dusun Gombyong, Kabupaten Semarang, pada Jumat (17/7/2026). Langkah antisipatif ini diambil agar sasaran seluruh fisik dapat diselesaikan secara optimal tanpa kendala teknis di lapangan.
Pemeriksaan ketat tersebut meliputi berbagai peralatan vital, mulai dari alat pertukangan, mesin pemotong, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Pemeriksaan rutin ini tidak hanya bertujuan untuk mengoptimalkan hasil pembangunan, tetapi juga untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi personel TNI dan warga yang bergotong-royong di lokasi.
Koordinator Lapangan TMMD, Peltu Sriyanto, menegaskan kinerja alat kerja di lapangan sangat menentukan kualitas dan kecepatan pembangunan fisik yang sedang berjalan. Oleh karena itu, ia memastikan seluruh peralatan harus berada dalam kondisi prima sebelum digunakan bekerja oleh personel.
“Kesiapan alat kerja menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program TMMD. Dengan peralatan yang berfungsi dengan baik, pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif, efisien, dan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Peltu Sriyanto di sela-sela pengecekan.
Kegiatan intensifikasi di Dusun Gombyong ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan dalam Program TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga. Melalui program ini, TNI berkomitmen penuh untuk menghadirkan kualitas infrastruktur terbaik demi mempercepat kemajuan desa sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sebelumnya, program pengabdian masyarakat ini telah resmi dibuka dalam upacara yang digelar di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/7/2026). Pembukaan TMMD tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, SIP MM, serta Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, SH.MH, sebagai bentuk sinergi yang kuat antara jajaran TNI dan pemerintah daerah dalam membangun wilayah pinggiran. (yos)















