Manado,DetikManado.com – Dialog Publik dengan tema ‘Menyatukan Perbedaan’ berlangsung di Novotel Manado, Minggu (28/07/2019).
Acara ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Prof Henry Subiakto staf ahli Menkominfo RI, Irfan Amalee MA Co Founder Peace Generation dari Bandung, dan Dr dr Taufiq Pasiak MPdI MKes, Kepala pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Subiakto terlebih dahulu menyampaikan beberapa hal yaitu, upaya dari memperkenalkan yang namanya hoax itu sesuatu strategi propaganda global yang terjadi di berbagai Negara tidak hanya di Indonesia. “Hoax itu memang sudah terjadi di mana-mana, supaya semua harus berhati-hati. Dengan persoalan radikalisme, penyebaran hoax terutama yang bisa memperkeruh situasi di Indonesia dan mengganggu situasi di Indonesia,” ujar Henry.
Dia juga menambahkan, memang tidak semua yang radikal jadi teroris, tapi hampir semua teroris mulainya dari radikallisme. Radikalisme itu, lanjut dia, seperti paham ingin melakukan perubahan-perubahan politik sangat cepat termasuk perubahan dalam konteks memperjuangan agama. “Sangat cepat merubah, sangat cepat termasuk merubah sistem akhirnya radikalisme seperti itu,” ujarnya.
Selanjutnya Irfan yang menjadi pembicara kedua juga menyampaikan bersama Peace Indonesia dia sudah 12 tahun mengajarkan kepada anak muda untuk tidak fokus pada masalah tapi bagaimana kita mencari solusinya.
Irfan juga menambahkan hal-hal singkat tentang anak muda yaitu, jangan selalu berprasangka buruk.
Taufiq Pasiak juga menjelaskan beberapa hal yang menjadi masalah mental, penyakit yang paling banyak adalah penyakit mental.(tr-02)















