Dua Pucuk Senjata Rakitan Diserahkan Warga Perbatasan RI – Malaysia ke Satgas Yonarmed 19/Bogani

Dalam kurun waktu dua hari, masyarakat Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, secara sukarela menyerahkan dua pucuk senjata rakitan jenis bowman kaliber 12 mm kepada personel Satgas.

Sambas, DetikManado.com – Pendekatan humanis melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang dilaksanakan personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani kembali membuahkan hasil positif. Dalam kurun waktu dua hari, masyarakat Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, secara sukarela menyerahkan dua pucuk senjata rakitan jenis bowman kaliber 12 mm kepada personel Satgas.

Penyerahan pertama berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, di Pos Sei Bening, Kecamatan Sajingan Besar. Senjata diserahkan secara sukarela oleh Amir (47) kepada Komandan Pos Sei Bening, Serda Adriansyah Buluati, setelah yang bersangkutan menerima pemahaman mengenai bahaya serta konsekuensi hukum kepemilikan senjata api ilegal. Senjata kemudian diterima, didata, didokumentasikan, dan diamankan sesuai prosedur.

Bacaan Lainnya

Penyerahan kedua dilakukan pada Senin, 6 Juli 2026, di Pos Gabma Sajingan. Sebelumnya, personel Pos Gabma Sajingan yang dipimpin Letda Arm Lindung Fuad IP STr Han melaksanakan kegiatan Komsos di wilayah Sebunga guna menghimpun informasi terkait kepemilikan senjata ilegal. Setelah melakukan pendekatan persuasif dan memberikan edukasi kepada Mansen (54), warga tersebut secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata rakitan jenis bowman yang selama ini dimilikinya.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan teritorial dan komunikasi sosial yang dilaksanakan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani mampu membangun kepercayaan masyarakat di wilayah perbatasan. Pendekatan yang mengedepankan dialog, edukasi, dan kemitraan terbukti lebih efektif dalam mendorong kesadaran hukum masyarakat dibandingkan tindakan represif.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus SIP memberikan apresiasi atas keberhasilan personel Satgas Pamtas yang terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kepercayaan yang telah dibangun Satgas bersama masyarakat. Pendekatan komunikasi sosial yang dilakukan secara konsisten mampu meningkatkan kesadaran warga untuk secara sukarela menyerahkan senjata api ilegal. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menciptakan wilayah perbatasan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Pangdam.

Pangdam juga menegaskan bahwa pembinaan teritorial akan terus diperkuat mengingat masih terdapat potensi kepemilikan senjata rakitan di kalangan masyarakat yang umumnya digunakan untuk berburu maupun melindungi ladang dari gangguan satwa liar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara aparat dan masyarakat melalui deteksi dini, edukasi, serta pelaporan secara sukarela demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

Keberhasilan penyerahan dua pucuk senjata rakitan tersebut semakin menegaskan komitmen Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di kawasan perbatasan. (yos)

 


Pos terkait