Semarang, DetikManado.com – Ketangguhan prajurit TNI tidak hanya terlihat saat memegang perlengkapan militer, tetapi juga ketika mengulurkan tangan bagi warga yang membutuhkan. Pemandangan humanis ini tersaji di sela-sela pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Seorang personel TNI, Pratu Yulianto (25), dengan sigap membantu seorang warga yang sepeda motornya mogok di tengah jalan. Tanpa ragu, ia mendorong motor tersebut hingga mencapai bengkel terdekat.
Aksi spontan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di desa tersebut tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembentukan ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat setempat.
“Di balik seragam dan tugas fisik yang sedang kami jalankan, kepedulian terhadap kesulitan warga adalah yang utama. Kami ingin kehadiran TNI di sini benar-benar merasakan manfaatnya secara langsung, ringkas apa pun bantuan yang bisa kami berikan,” ujar Pratu Yulianto, Jumat (17/7/2026).
Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para prajurit ini mendapat apresiasi dari warga. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus meringankan beban aktivitas sehari-hari warga desa.
Bagian dari Program TMMD Reguler ke-129
Aksi peduli ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga .
Program kemanunggalan ini secara resmi telah dibuka pada Rabu (15/7/2026) lalu di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Acara pembukaan TMMD tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga , Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, SIP MM, dan Bupati Semarang , H. Ngesti Nugraha, SH MH serta para undangan lainnya.
Melalui program ini, Kodim 0714/Salatiga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di kawasan pedesaan, sekaligus memperkokoh kemanunggalan antara TNI dan rakyat melalui aksi-aksi nyata di lapangan. (yos)















