Manado, DetikManado.com– Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof. Dr KH Nasaruddin Umar MA, melakukan kunjungan kerja ke Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (24/12/2025). Agenda utama kedatangan Menag adalah untuk meresmikan “Kampus Moderasi Bergama” yang berlokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Menag tiba di lokasi acara sekitar pukul 09.40 Wita. Ia didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara J Victor Mailangkay, Kakanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha, Bupati Bolmong Yusra Alhabsy serta disambut langsung oleh tuan rumah, Rektor IAIN Manado Prof Dr Ahmad Rajafi MHI.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Manado Prof Ahmad Rajafi menekankan bahwa berdirinya Kampus Moderasi ini memiliki makna spiritual yang mendalam, melampaui sekadar pembangunan infrastruktur fisik.
“Bukan sekadar fisiknya, tapi juga berkahnya. Kampus Moderasi Beragama tidak akan terlaksana jika pemimpin kita di Kemenag tidak mendoakan,” ujar Rajafi dalam sambutannya.
Gagasan Pertama di Indonesia
Prof. Rajafi menjelaskan bahwa Kampus Moderasi di Bolmong ini merupakan terobosan bersejarah. Kampus ini menjadi proyek percontohan nasional karena menyatukan dua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) berbeda latar belakang agama dalam satu kawasan.
“Kampus Moderasi Beragama di Bolmong adalah projek dan gagasan pertama di Indonesia. Di mana dalam satu lahan, berdiri bersama IAIN Manado dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado,” tegas Rajafi.
Ia menambahkan, penyatuan lokasi ini akan semakin mempererat kerja sama yang selama ini sudah terjalin.
“Selama ini kami selalu bergandengan tangan dalam konteks akademik, seperti dalam program pertukaran mahasiswa,” imbuh Rajafi.
Hibah Lahan 22 Hektare
Terkait ketersediaan lahan, Rektor IAIN menceritakan proses hibah dari Pemerintah Daerah yang melampaui ekspektasi awal. Dari rencana awal yang hanya seluas 5 hektare, IAIN Manado akhirnya mendapatkan lahan yang jauh lebih luas untuk pengembangan kampus.
“Awalnya menghadap Menteri, kami sampaikan telah dapat hibah 5 hektare. Ternyata masih kurang. Lalu Bupati Bolmong kasih hibah 22 hektare. Ini hibah pertama dari Pemda ke PTKN,” ungkap dia.
Menutup pernyataannya, Prof. Rajafi menegaskan komitmen civitas akademika IAIN Manado untuk terus meningkatkan mutu pendidikan seiring dengan pengembangan fasilitas tersebut. Ia juga menyinggung target besar IAIN Manado ke depan.
“Kami menyampaikan apa yang dilakukan untuk meningkatkan potensi dan nilai akademik, sedangkan saat ini kami juga berusaha menaikkan grade dari institut ke universitas,” ujarnya memungkasi. (yos)














