Lapas Tondano Fasilitasi Konseling Rohani WBP Katolik

Kegiatan konseling rohani bagi 11 WBP beragama Katolik yang berlangsung di Gereja Oikumene Yerusalem Lapas.

Tondano, DetikManado.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya yang dilakukan yakni memfasilitasi kegiatan konseling rohani bagi 11 WBP beragama Katolik yang berlangsung di Gereja Oikumene Yerusalem Lapas Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulut.

Kegiatan pembinaan tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Minahasa sebagai bentuk sinergi dalam memberikan pendampingan mental dan spiritual kepada warga binaan.

Bacaan Lainnya

Melalui konseling rohani, para peserta diajak memperdalam nilai-nilai keimanan, melakukan refleksi diri, membangun karakter yang lebih baik, serta meningkatkan motivasi untuk menjalani masa pidana dengan penuh harapan dan tanggung jawab.

Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, melalui Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wendy Mongdong, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan proses pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.

“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan mental warga binaan,” ujarnya pada, Selasa (14/7/2026).

Dia mengapresiasi dukungan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Minahasa yang secara konsisten mendampingi WBP. Diharapkan kegiatan ini mampu memperkuat keimanan, menumbuhkan kesadaran untuk berubah, serta menjadi bekal positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Sejalan dengan arahan Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut, Haposan Silalahi, Lapas Tondano terus mengoptimalkan pembinaan kepribadian sebagai bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dia mengatakan, melalui pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan warga binaan memiliki kesiapan mental, spiritual, dan sosial untuk kembali menjadi pribadi yang produktif serta diterima di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (yos)


Pos terkait