MPLS di SMAN 3 Tondano Berlangsung Sukses, Ada Materi Jurnalistik dan Literasi Digital

Foto bersama narasumber, para siswa, guru pendamping dan Wakil Kepala SMAN 3 Tondano Bidang Kesiswaan Willem Yamrewav SPd.

Tondano, DetikManado.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 3 Tondano berlangsung sukses. Menariknya dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin – Rabu (14-16/7/2025) itu, salah satu materi yang diterima para siswa adalah Literasi Digital.

“Kegiatan MPLS di SMAN 3 Tondano berlangsung selama tiga hari, diisi dengan sejumlah materi antara lain Profil Sekolah, Wawasan Wiyata Mandala, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hingga Literasi Digital,” ungkap Kepala SMAN 3 Tondano Naomi Sulistyorini MPd.

Bacaan Lainnya

Pada hari kedua MPLS, Selasa (15/7/2025), diisi dengan materi Jurnalistik dan Literasi Digital dengan menghadirkan narasumber Ahli Pers dari Dewan Pers Yoseph E Ikanubun. Sesi ini dipandu oleh Wakil Kepala SMAN 3 Tondano Bidang Kesiswaan Willem Yamrewav SPd sebagai moderator.

Dalam paparannya, Ikanubun menjelaskan tentang pengertian pers, wartawan, kerja-kerja jurnalistik, jenis-jenis media massa bagaimana membuat karya jurnalistik serta manfaat bagi siswa ketika menguasai pengetahuan dan ketrampilan di bidang jurnalistik.

“Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Di samping fungsi-fungsi tersebut, pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi,” ujarnya.

Ikanubun mengatakan, ada sejumlah manfaat bagi para siswa saat belajar jurnalistik dan literasi digital. Manfaat itu terkait dengan kapasitas sebagai siswa, maupun kelak ketika merintis karir di berbagai bidang.

“Dalam event Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FLS3N, ada lomba terkait jurnalistik. Sehingga dengan belajar jurnalistik, maka kalian berpeluang untuk tampil di event FLS3N,” ujarnya.

Ikanubun memaparkan, saat para siswa lulus sekolah nanti pengetahuan dan ketrampilan di bidang jurnalistik penting untuk dimiliki saat memasuki dunia kerja. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang jurnalistik, tidak harus menjadi seorang jurnalis.

“Pengetahuan dan ketrampilan di bidang jurnalistik ini penting di dunia kerja. Saat ini mereka yang bekerja sebagai tentara, polisi, pegawai negeri, pegawai swasta juga terkait dengan bidang jurnalistik. Terutama bagi yang ditempatkan di Bidang Humas, atau Penerangan,” tuturnya.

Selanjutnya dia memaparkan tentang bagaimana mengidentifikasi dan melawan hoaks atau kabar bohong yang berkembang. Dia juga membagikan tips untuk mencegah beredarnya hoaks.

“Mencegah beredarnya hoaks ini juga untuk menghindarkan para siswa dari ancaman hukum. Untuk itu gunakan media sosial secara bijak dan aman,” pesannya. (yos)

 

 


Pos terkait