MPLS di SMAN 1 Tompaso, Ratusan Siswa Belajar Jurnalistik dan Literasi Digital

Guru SMAN 1 Tompaso, Nelfie Lumintang SPd sebagai moderator memandu jalannya kegiatan MPLS pada, Selasa (15/7/2025). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Tompaso, DetikManado.com – Ratusan siswa SMAN 1 Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulut, dengan penuh antusias mengikuti materi tentang Jurnalistik dan Literasi Digital pada, Selasa (15/7/2025). Materi ini menjadi bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2025.

Dipandu salah satu guru SMAN 1 Tompaso, Nelfie Lumintang SPd sebagai moderator, dua narasumber dihadirkan dalam sesi tersebut yakni Ahli Pers dari Dewan Pers, Yoseph E Ikanubun SPd dan Pemimpin Redaksi InfoSulut.id, Julkifli Madina.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Ikanubun mengatakan, ada sejumlah manfaat bagi para siswa saat belajar jurnalistik dan literasi digital. Manfaat itu terkait dengan kapasitas sebagai siswa, maupun kelak ketika merintis karir di berbagai bidang.

“Dalam event Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FLS3N, ada lomba terkait jurnalistik. Sehingga dengan belajar jurnalistik, maka kalian berpeluang untuk tampil di event FLS3N,” ujarnya.

Ikanubun memaparkan, saat para siswa lulus sekolah nanti pengetahuan dan ketrampilan di bidang jurnalistik penting untuk dimiliki saat memasuki dunia kerja. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang jurnalistik, tidak harus menjadi seorang jurnalis.

“Pengetahuan dan ketrampilan di bidang jurnalistik ini penting di dunia kerja. Saat ini mereka yang bekerja sebagai tentara, polisi, pegawai negeri, pegawai swasta juga terkait dengan bidang jurnalistik. Terutama bagi yang ditempatkan di Bidang Humas, atau Penerangan,” tuturnya.

Ahli Pers dari Dewan Pers, Yoseph E Ikanubun SPd saat menyampaikan materinya pada MPLS SMAN 1 Tompaso, Selasa (15/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Ikanubun memaparkan terkait pengertian pers, wartawan, bagaimana cara kerja jurnalistik, termasuk membuat karya jurnalistik berupa tulisan, foto, dan video.

Pada sesi selanjutnya, Julkifli Madina memaparkan tentang bagaimana mengidentifikasi dan melawan hoaks atau kabar bohong yang berkembang. Dia juga membagikan tips untuk mencegah beredarnya hoaks.

“Mencegah beredarnya hoaks ini juga untuk menghindarkan para siswa dari ancaman hukum. Untuk itu gunakan media sosial secara bijak dan aman,” tuturnya.

Materi yang disampaikan itu mendapat respon yang luar biasa dari kalangan siswa. Hal ini terlihat saat sesi tanya jawab, sedikitnya delapan siswa tampil ke depan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus berdialog dengan narasumber.

Kepala SMAN 1 Tompaso Jendry Paendong SPd MPd mengatakan, untuk peserta MPLS yang merupakan siswa Kelas X ada sebanyak 149 orang. Secara keseluruhan, pelaksanaan MPLS diisi dengan materi-materi pembentukan karakter dan pengetahuan siswa terkait lingkungan sekolah.

“MPLS ini berjalan dengan lancar, semoga menjadi bekal bagi siswa untuk menjalani proses pembelajaran di SMAN 1 Tompaso,” tuturnya. (yos)

 


Pos terkait