Polemik Status Akreditasi Sekolah, Punuh: Kita Aja Baru Tahu Namanya Sispena

Kepala Dinas Dikda Sulut Dr dr Grace L Punuh MKes, Rabu (15/2/2023), saat memberikan klarifikasi terkait akreditasi SMA dan SMK di Sulut yang kedaluwarsa. (Foto: Yoseph Ikanubun)

Manado, DetikManado.com – Polemik soal status akreditasi puluhan SMA dan SMK mencuat menyusul data yang beredar terkait adanya 86 sekolah di Sulut yang akreditasnya kedaluwarsa.

Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut yang dinilai punya tugas dan membina dan mengawasi sekolah dinilai harus bertanggungjawab terhadap status akreditasi puluhan SMA dan SMK di Sulut tersebut.

Klarifikasi disampaikan Kepala Dinas Dikda Sulut Dr dr Grace L Punuh MKes terkait hal itu. Menurutnya, yang pegang akses data akreditasi sekolah dalam hal ini SMA dan SMK sederajat adalah Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah Menengah (SM).

“Kami luruskan untuk akreditasi sekolah itu ditangani oleh BAN SM, dan data itu langsung ke mereka yang selama ini menangani,” ujar Punuh didampingi Kabid Pembinaan SMK Vecky Pangkerego, Ketua MKKS SMA Sulut Anthon J Rosang, dan Ketua MKKS SMK Sulut Moodie Lumintang, Rabu (15/2/2023).

Menariknya, Punuh mengaku baru tahu untuk pendataan akreditasi oleh BAN SM itu namanya Sispena. Hal ini disampaikannya saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan.

“Kita aja baru tahu namanya Sispena. Data akses itu yang kemarin kita minta, dapatkah Dinas Pendidikan mengakses. Karena yang mengetahui itu hanya BAN SM,” kata Punuh.

Aplikasi Sispena-S/M adalah aplikasi penilaian akreditasi yang berbasis web, di mana bisa akses di mana saja, kapan saja dengan syarat terhubung dengan internet.

Komentar Facebook