Manado, DetikManado.com – Teka-teki penemuan mayat yang sempat menghebohkan warga di Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, pada Kamis (26/3/2026) pagi, akhirnya terungkap.
Pihak kepolisian memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berinisial YM (50), seorang petani asal Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi jalan akses menuju Kampus Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado sekitar pukul 10.30 Wita.
Kapolsek Mapanget, Ipda Simson Songgigilang, menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim Inafis Polresta Manado segera setelah kejadian.
”Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah TKP oleh Tim Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Ipda Simson Songgigilang saat dikonfirmasi, Kamis.
Terkait kondisi fisik korban saat ditemukan, Kapolsek meluruskan adanya dugaan luka akibat penganiayaan. Ia menyebut luka di bagian bibir korban diduga kuat terjadi saat korban terjatuh.
”Luka pada bagian bibir korban diduga akibat benturan saat korban terjatuh ke permukaan jalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ipda Simson mengungkapkan dugaan sementara penyebab kematian pria paruh baya tersebut berkaitan dengan kondisi fisik dan faktor cuaca.
”Korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan, ditambah kondisi cuaca yang cukup panas saat kejadian,” tutur Kapolsek.
Sebelumnya, penemuan jasad YM berawal dari laporan warga bernama Yeni yang melintas di lokasi dan melihat korban dalam posisi tengkurap tidak bergerak. Seorang saksi lain, Mike, pengendara ojek online, mengaku sempat melihat korban dalam posisi berlutut sebelum akhirnya tersungkur.
Personel Polsek Mapanget tiba di lokasi sekitar pukul 10.55 Wita untuk mengamankan TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.
Saat ini, jenazah YM telah dievakuasi ke rumah duka di Kelurahan Kombos Timur. Pihak keluarga korban, diwakili sang istri berinisial SM, menyatakan menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk langsung menyemayamkan jenazah.
Meski demikian, Ipda Simson menegaskan pihak kepolisian akan tetap melakukan prosedur pendalaman guna memastikan peristiwa tersebut secara tuntas.
”Kami tetap melakukan pendalaman melalui pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan penyebab kematian korban secara menyeluruh,” ujarnya memungkasi. (yos)















