Meksiko, DetikManado.com – Jalur 2 Turnamen Play-Off Piala Dunia FIFA 2026 akan dimulai dengan pertandingan antara Bolivia dan Suriname di Monterrey Stadium, Meksiko pada Jumat (27/3/2026).
Sejak kemenangan dramatis 1-0 atas Brasil pada pertandingan terakhir kualifikasi CONMEBOL, para pendukung Bolivia merasa sangat gembira, namun kini saatnya kembali fokus pada upaya untuk lolos ke Piala Dunia.
Bolivia yang telah teruji dalam berbagai pertarungan berhasil lolos dari babak kualifikasi Amerika Selatan dan berharap hal itu membuahkan hasil saat menghadapi Suriname yang belum bertanding sejak pertandingan terakhir kualifikasi Concacaf pada November lalu.
Suriname dikenal sebagai Negara di Amerika Selatan yang berbeda dengan Negara-negara lainnya di kawasan itu. Suriname juga memiliki kedekatan historis dan kultural dengan Indonesia, karena hampir 15 persen penduduk di Negara bekas jajahan Belanda itu merupakan keturunan Jawa.
Sebuah tim yang sebagian besar pemainnya tersebar di seluruh benua Eropa, termasuk beberapa pemain debutan yang menarik, akan berusaha membawa Suriname lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya di bawah asuhan pelatih kepala baru Henk ten Cate.
Pemain yang patut diperhatikan
Kedua tim sama-sama memiliki daya serang yang mumpuni di lini depan, dan masing-masing telah menunjukkan ketajaman mereka dalam mencetak gol di berbagai kesempatan selama babak kualifikasi.
Pelatih kepala Bolivia, Oscar Villegas memiliki keuntungan dengan kehadiran Miguel Terceros, yang telah membuat barisan pertahanan lawan kewalahan dengan mencetak tujuh gol. Sementara Richonell Margaret dari Suriname menunjukkan sentuhan berbahaya di dalam kotak penalti dan berhasil mencetak tiga gol.
“Suriname bermain dengan gaya direct. Biasanya mereka suka bertahan terlebih dahulu, lalu saat waktunya menyerang, mereka melancarkan serangan yang tajam. Mereka bermain dengan fisik dan kuat, jadi kami harus mencari peluang gol melalui permainan bola-bola pendek,” ujar Oscar Villegas, Pelatih Bolivia.
Pertandingan ini kemungkinan besar akan ditentukan oleh permainan sayap, dan Suriname pasti optimis dengan kehadiran Sheraldo Becker, namun hal yang sama juga berlaku bagi Ramiro Vaca dari Bolivia.
“Menurut saya, kami memiliki banyak pemain berkualitas, tetapi yang paling menonjol adalah semangat tim. Terutama dalam pertandingan seperti ini, semangat tim lebih penting daripada kualitas,” tutur Henk ten Cate, Pelatih Suriname.
Suriname membutuhkan dua kemenangan untuk mengukir sejarah lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Jika menang atas Bolvia pada, Jumat (27/3/2026), mereka sudah dinanti raksasa Teluk yakni Irak di final play off untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 2026. (yos)
Statistik
– Bolivia dan Suriname akan bertanding dalam pertandingan internasional resmi untuk pertama kalinya.
– Rekor keseluruhan Bolivia dalam pertandingan internasional resmi melawan tim-tim Concacaf adalah 60 pertandingan, 18 kemenangan, 15 seri, dan 27 kekalahan.
– Bolivia telah menghadapi tiga negara Concacaf pada tahun 2026, semuanya di kandang: hasil imbang 1–1 melawan Panama, kekalahan 1–0 dari Meksiko pada Januari, dan kemenangan 3–0 atas Trinidad dan Tobago pada 15 Maret.
– Suriname belum pernah menghadapi tim nasional CONMEBOL dalam pertandingan internasional resmi.
– Suriname belum pernah sebelumnya memainkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan tim non-Concacaf.
– Suriname hanya kalah dua kali dari 14 pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA terakhir mereka (8 kemenangan, 4 imbang, 2 kekalahan).















