Tomohon, DetikManado.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, berujung petaka. Ratusan siswa dari empat sekolah menengah dilaporkan dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap paket makanan tersebut, Senin (26/1/2026).
Informasi yang dihimpun DetikManado.com,
gejala mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 15.00 Wita, beberapa jam setelah jam pulang sekolah. Puluhan remaja mengeluhkan mual hebat, muntah, hingga nyeri perut akut.
Berdasarkan data terbaru, para korban tersebar di tiga rumah sakit besar, yakni RS Bethesda, RSUD Anugerah, dan RS Gunung Maria.
Data Korban dan Sekolah Terdampak
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Manado, Dr. Billy Christian Kereh MSi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pendataan terus dilakukan secara dinamis. Adapun sekolah-sekolah yang terdampak meliputi:
- SMP Kristen 1 Woloan
- SMK Negeri 1 Tomohon
- SMK Sta. Familia Tomohon
- SMA Karitas Tomohon
”Kami fokus pada penanganan pasien. Saat ini puluhan siswa masih menjalani rawat inap, sementara sisanya rawat jalan. Di RSUD Anugerah saja, ada 25 siswa yang harus dirawat inap,” jelas Billy dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Dapur Satuan Pelayanan Dihentikan
Buntut dari insiden ini, otoritas terkait langsung mengambil tindakan tegas. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kolongan, yang menjadi penyedia makanan tersebut, resmi dihentikan sementara.
”Operasional SPPG Kolongan dihentikan. Kami sedang menunggu surat resmi pemberhentian sementara sambil melakukan investigasi menyeluruh,” tegas Billy.
Penyelidikan Kepolisian dan BPOM
Kasat Reskrim Polresta Tomohon, Iptu Royke Mantiri, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak laporan diterima pukul 18.30 WITA. Tim penyidik telah melakukan langkah Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) serta mengamankan sampel makanan dari dapur penyedia.
”Kami sudah mengambil sampel makanan didampingi Balai POM dan Dinas Kesehatan Kota Tomohon untuk uji laboratorium. Dugaan sementara memang keracunan, namun penyebab pastinya menunggu hasil lab,” ujar Royke.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di tiga rumah sakit rujukan masih dipadati orang tua siswa yang memantau kondisi anak-anak mereka. Pihak pemerintah kota dan kepolisian terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh biaya pengobatan tertangani dan mencari aktor yang bertanggung jawab atas kelalaian prosedur keamanan pangan ini. (yos)
Data Siswa yang Dirawat di RS Tomohon
.RS GMIM Bethesda Tomohon
Rawat inap : 17
Rawat jalan : 13
Total : 30
2. RSUD Anugrah Tomohon
Rawat inap : 25
Rawat jalan : 12
Total : 37
3. RS Gunung Maria
Rawat inap : 8
Rencana rawat inap : 18
- Rawat di rumah : 35














