Tim Komsos Paroki Kristus Raja Kotamobagu Raih Juara Dua Film Pendek

Juli Saroinsong dari Tim Komsos Paroki  Paroki Kristus Raja Kotamobagu saat meraih penghargaan yang diberikan oleh Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, Romo Petrus Noegroho Agoeng Pr. (Foto: Yoseph Ikanubun/Detik Manado.com)

Warembungan, DetikManado.com – Tim Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Kristus Raja Kotamobagu meraih juara dua film pendek dalam ajang Komsos Kusuma Award 2026. Penghargaan ini diberikan di sela-sela kegiatan Family Gathering yang digelar di Paroki Santu Petrus Rasul Warembungan pada, Minggu (17/2026).

Tim Komsos Paroki Kristus Raja Kotamobagu menampilkan film pendek dengan judul “Aku Hidup” meraih 821 poin. Mereka harus mengakui keunggulan Tim Komsos Paroki Santa Veronika Kayuwatu yang berada di peringkat pertama dengan 825 poin yang menampilkan film berjudul “Satu Juta Viewers”.

Bacaan Lainnya

“Kita coba menampilkan sesuatu yang berbeda, lebih gendre komedi,” ujar Juli Saroinsong dari Tim Komsos Paroki  Paroki Kristus Raja Kotamobagu.

Untuk juara ketiga ditempati oleh Tim Komsos Paroki Bunda Teresa dari Kalkuta GPI Manado.

Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan untuk menghargai loyalitas para pegiat media dalam mewartakan kabar gembira.

“Komsos Award ini bukanlah ajang mencari juara-juaraan atas apa yang telah kamu buat, melainkan bentuk apresiasi dari saya bersama tim yang dipercayakan oleh Bapak Uskup, untuk memberikan penghargaan kepada teman-teman semua sebagai ungkapan terima kasih karena kamu sudah setia di dalam karya pewartaan,” ujar Pastor Made.

Menurut Pastor Made, seluruh karya yang dihasilkan oleh paroki-paroki di Keuskupan Manado saat ini telah mendapat perhatian dan dukungan penuh dari tingkat nasional.

“Ini semua didukung (di-support) oleh Komsos KWI, yang artinya semua karya komunikasi kita itu dilihat oleh banyak orang dan seluruh konten-konten yang kita buat itu sungguh bermakna untuk umat, sehingga dukungan mereka membuat kegiatan ini sungguh sangat berharga,” ungkapnya bangga.

Sebagai upaya menjaga mutu dan objektivitas penghargaan, panitia pelaksana dipastikan akan terus melakukan pembenahan sistem penilaian secara berkala pada edisi mendatang. Mulai tahun depan, sistem kurasi tidak hanya akan berpatokan pada keaktifan atau volume unggahan, melainkan juga menyentuh aspek estetika dan kedalaman esensi konten melalui penerapan sistem pembobotan nilai (rate score).

Pastor Made menjelaskan bahwa kompleksitas proses produksi konten akan menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian tersebut.

Untuk tahun depan, sudah direncanakan bahwa penghargaan akan diberikan bukan hanya sebatas berdasarkan kuantitas (jumlah) konten yang teman-teman buat.

“Melainkan juga akan diperhitungkan kualitasnya melalui penetapan rate score karena proses pembuatan video, film pendek, atau reels tentu jauh lebih rumit dibanding pembuatan foto atau pamflet desain grafis,” jelas Pastor Made.

Selain pembaruan pada sistem penilaian bobot konten, Komsos Keuskupan Manado juga berencana memperluas cakupan penghargaan dengan meluncurkan kategori baru demi memacu kreativitas para pegiat media paroki.

Berdasarkan hasil diskusi hangat bersama perwakilan Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), kategori inovasi akan diperkenalkan untuk mewadahi gagasan-gagasan visioner yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Langkah inovatif ini diharapkan mampu memotivasi setiap paroki untuk melahirkan terobosan pewartaan yang segar dan kontekstual. (yos)

 


Pos terkait