Manado, Detik Manado.com – Gedung Megamall Manado, tepatnya di lantai 6, terbakar pada, Sabtu (16/5/2026). Satu korban wanita dinyatakan tewas, sedangkan empat pria lainnya selamat.
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang korban dalam kondisi meninggal dunia dari musibah kebakaran hebat yang melanda pusat perbelanjaan terbesar di Manado yakni gedung Megamall. Gedung yang terletak di kawasan Megamas, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut ini terbakar pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Priscillia Tamawiwy (34), warga Perumahan GPI Paniki, Manado. Dari total lima orang yang terjebak dalam peristiwa kebakaran tersebut, empat orang pria lainnya dilaporkan berhasil diselamatkan oleh tim evakuasi dalam keadaan selamat.
Operasi penyelamatan darurat ini bermula saat Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado memberangkatkan Tim Rescue USS Manado ke lokasi kejadian pada Sabtu (16/5/2026) malam, tepat pukul 21.10 Wita, sesaat setelah laporan kebakaran diterima.
Setelah melakukan pencarian intensif selama berjam-jam di tengah kepulan asap, tim penolong akhirnya menemukan jasad Priscillia di Ruang 2 Lantai 6 gedung Megamall pada pukul 00.15 Wita. Korban langsung dievakuasi keluar dari gedung dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulut menggunakan ambulans untuk penanganan medis dan identifikasi lebih lanjut.
Operasi evakuasi yang berlangsung dramatis hingga dini hari ini melibatkan sinergi erat dari berbagai instansi. Tim Rescue USS Manado dan Kantor SAR Manado bahu-membahu di bawah guyuran air bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado serta Damkar Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Untuk memastikan keamanan area di sekitar pusat perbelanjaan, personel Polresta Manado bersama Babinsa Wenang dikerahkan di sekitar lokasi. Sementara itu, kesiapan penanganan medis di lapangan didukung penuh oleh tim medis dari RSUD Kota Manado dan RS Bhayangkara Polda Sulut.
Guna mempercepat proses pencarian di medan yang sulit, tim gabungan mengerahkan armada operasional yang lengkap. Mulai dari unit Rescue Car Tipe 2 milik Basarnas, barisan mobil pemadam kebakaran, hingga unit ambulans dari RSUD Manado dan RS Bhayangkara yang bersiaga penuh di pintu evakuasi. Seluruh personel di lapangan juga dibekali dengan peralatan komunikasi taktis, peralatan medis darurat, serta perlengkapan evakuasi khusus untuk menembus sisa-sisa reruntuhan dan material kebakaran.
Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, petugas berupaya sekuat tenaga mengevakuasi korban. Dia juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa itu. Gerak cepat dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh personel gabungan selama proses operasi berlangsung.
“Kami juga merasakan duka yang mendalam atas adanya satu korban jiwa dalam musibah ini,” ujar George Mercy Randang saat dikonfirmasi pada Minggu pagi.
Setelah seluruh proses evakuasi rampung dan kondisi dipastikan aman, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 01.30 Wita. Seiring dengan selesainya seluruh tahapan pencarian, operasi SAR resmi dihentikan dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur kemanusiaan yang terlibat kini telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (yos)















