Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut Tinjau Blok Hunian Lapas Perempuan, Ada Sekolah Alkitab

Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut, Haposan Silalahi saat meninjau LPP Kelas IIA Manado pada, Rabu (3/6/2026).

Tomohon, DetikManado.com — Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Sulawesi Utara (Sulut), Haposan Silalahi, melakukan peninjauan langsung ke blok hunian dan area kegiatan kerja Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Manado, Rabu (3/6/2026).

Agenda ini dilakukan tepat setelah dirinya membuka Sekolah Alkitab Laskar Narapidana Mandiri (Napiri) di lokasi yang sama.

Bacaan Lainnya

Didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yulius Paath, serta sejumlah Kepala UPT Pemasyarakatan, Haposan menyisir area lapas untuk memastikan pelayanan dan program pembinaan berjalan optimal.

Haposan menegaskan bahwa pengecekan langsung ini merupakan bentuk monitoring untuk memastikan seluruh hak warga binaan terpenuhi, mulai dari kelayakan fasilitas hingga keamanan lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa kondisi blok hunian di LPP Manado ini benar-benar bersih, tertib, aman, dan yang paling penting adalah layak bagi warga binaan. Pelayanan pemasyarakatan tidak boleh kendor dan harus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan,” ujar Haposan di sela-sela peninjauan.

Selama berada di dalam blok, Kakanwil juga menyempatkan diri berinteraksi dan berdialog langsung dengan para warga binaan. Ia mendengarkan secara langsung kondisi serta perkembangan pembinaan yang mereka jalani selama berada di dalam Lapas.

Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut, Haposan Silalahi saat meninjau LPP Kelas IIA Manado pada, Rabu (3/6/2026).

Selain memantau kondisi fisik bangunan, fokus peninjauan dari Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulut ini juga diarahkan pada area kegiatan kerja yang menjadi pusat pelatihan kemandirian WBP. Haposan memberikan perhatian khusus sekaligus apresiasi saat melihat berbagai hasil karya produktif yang dihasilkan oleh para warga binaan tersebut.

Menurutnya, bekal keterampilan ini adalah modal utama bagi mereka saat bebas nanti.

“Pembinaan di dalam lapas bukan sekadar hukuman, melainkan ruang untuk meningkatkan keterampilan mereka. Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan aktivitas produktif yang ditunjukkan para warga binaan di sini. Bekal ini menjadi penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat,” pungkas Haposan.

Dalam kegiatan monitoring ini, turut hadir mendampingi Kepala LPP Kelas IIB Manado Patta Hellena, Kepala LPKA Kelas II Tomohon Novian Santoso, dan Kalapas Kelas IIB Tondano Yulius. (yos)


Pos terkait