Seattle, DetikManado.com – Tim nasional Mesir nyaris menciptakan sejarah besar sebelum akhirnya ditahan imbang oleh raksasa Eropa, Belgia, dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Seattle, Selasa (16/6/2026) dini hari Wita.
Sempat memimpin lewat gol internasional perdana Emam Ashour, kemenangan historis The Pharaohs yang sudah di depan mata harus buyar akibat gol bunuh diri di babak kedua.
Sengatan Kejutan dari King Salah dan Ashour
Bermain di wilayah Pasifik Barat Laut yang untuk pertama kalinya membuka gerbang Piala Dunia, Mesir langsung tampil menggebrak. Selama ini, Mesir memiliki rekor kurang impresif di ajang tertinggi sepak bola dunia tersebut, di mana mereka belum pernah meraih kemenangan dan hanya pernah memimpin laga Piala Dunia selama 29 menit.
Namun, catatan kelam itu seolah runtuh pada menit ke-19. Memanfaatkan umpan matang dari sang megabintang Mohamed Salah yang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-34, Emam Ashour berhasil mengontrol bola dengan apik. Gelandang Al Ahly berusia 28 tahun tersebut melepaskan tembakan melesat di antara kaki Thomas Meunier yang gagal dihalau kiper Belgia, Thibaut Courtois.
Gol tersebut membawa Mesir unggul 1-0 hingga turun minum, sekaligus menempatkan mereka di ambang sejarah baru. Atas performa impresifnya sepanjang laga, Ashour pun dinobatkan sebagai Player of the Match.
Efek Instan Romelu Lukaku
Memasuki babak kedua, Belgia yang frustrasi mencoba menambah daya gedor. Keputusan pelatih Rudi Garcia memasukkan Romelu Lukaku terbukti menjadi pembeda.
Hanya 20 detik setelah menginjakkan kaki di lapangan, kehadiran fisik penyerang veteran Eropa itu langsung mengacaukan lini pertahanan Mesir. Menyadari ancaman Lukaku yang siap menyambut umpan silang Thomas Meunier, bek Mesir Mohamed Hany justru salah mengantisipasi bola dan menyundulnya masuk ke gawang sendiri pada menit ke-66. Skor berubah menjadi 1-1.
Meski gagal menang, Mesir setidaknya berhasil memperbaiki statistik mereka dengan memimpin jalannya pertandingan jauh lebih lama dari rekor mereka sebelumnya.
Komentar Pasca-Pertandingan
Usai laga, pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengakui ketangguhan lawannya dan memuji dampak besar dari para pemain bangku cadangan yang berhasil menyelamatkan Belgia dari kekalahan.
“Pertandingan pembuka kompetisi seperti Piala Dunia selalu sulit, terutama melawan salah satu tim top Afrika seperti Mesir. Yang penting adalah kami tetap bertahan dalam pertandingan. Kami berhasil menyamakan kedudukan berkat pemain yang masuk dari bangku cadangan, yang menunjukkan betapa pentingnya seluruh skuad,” ujar Garcia.
Di sisi lain, kekecewaan tipis tidak dapat disembunyikan oleh kubu Mesir, meski mereka tetap bersyukur atas raihan satu poin krusial ini. Penyerang Mesir, Hamza Abdelkarim, mengapresiasi kerja keras tim dan dukungan luar biasa dari para suporter di Seattle.
“Kami mendapat satu poin di akhir pertandingan, tetapi kami sudah memberikan yang terbaik. Kami tahu Belgia adalah tim yang bagus dengan pemain-pemain berkualitas dan atmosfernya luar biasa, jadi kami harus berterima kasih kepada para penggemar,” tutur Abdelkarim. (yos)














