Bitung, DetikManado.com — Dermaga Samla Kodaeral VIII, Bitung, tiba-tiba “dibanjiri” lautan manusia pada hari terakhir pelaksanaan Open Ship kapal latih legendaris TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci. Sejak gerbang dibuka, ribuan warga Sulawesi Utara dari berbagai kalangan—mulai dari anak sekolah, pelajar, hingga rombongan keluarga—tampak menyemut demi bisa menapakkan kaki di atas dek kapal yang dijuluki sebagai “Duta Maritim Indonesia” tersebut.
Antusiasme luar biasa ini menjadi bukti betapa KRI Bima Suci memiliki magnet yang kuat bagi masyarakat Bumi Nyiur Melambai. Kesempatan langka menjelajahi kapal layar tiang tinggi ( tall ship ) yang kerap melanglang buana di samudra internasional ini tidak disia-siakan oleh warga.
Tak sekadar berswafoto berlatar tiang-tiang layar yang megah, para pengunjung juga tampak antusias berdialog dengan para prajurit TNI AL dan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang sedang bertugas. Mereka belajar banyak hal, mulai dari sejarah kapal, navigasi tradisional, hingga seluk-beluk kehidupan tangguh sebagai penjagaan laut nusantara.
Menumbuhkan Jiwa Bahari Generasi Muda
Kegiatan Open Ship ini dirancang bukan hanya sebagai destinasi wisata alternatif yang edukatif, melainkan juga instrumen penting untuk membangun kembali jiwa bahari di hati masyarakat, khususnya generasi muda.
Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi SE MTr Opsla mengungkapkan rasa bangganya atas respon luar biasa dari masyarakat Sulawesi Utara selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga yang luar biasa hingga hari terakhir ini. Kami berharap kegiatan Open Ship KRI Bima Suci ini tidak hanya menjadi hiburan edukatif, tetapi juga mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia kemaritiman,” ujar Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi di sela-sela kegiatan.
“Lebih dari itu, kami ingin kehadiran kapal kebanggaan kita semua di Dermaga Samla ini dapat menumbuhkan semangat serta memotivasi generasi muda di Sulawesi Utara untuk mengenal lebih dekat, bahkan bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Laut guna menjaga kelautan Indonesia,” ujarnya.
Pengalaman Berkesan Bagi Warga
Kehadiran kapal latih pengganti KRI Dewaruci ini memberikan kesan mendalam bagi pengunjung. Salah satu warga asal Manado, Maria (24), mengaku rela menempuh perjalanan jauh ke Bitung demi melihat langsung kegagahan KRI Bima Suci.
“Biasanya cuma bisa lihat di televisi atau media sosial saat mereka berlayar ke luar negeri. Hari ini bisa naik langsung ke atas deknya, foto bareng taruna, dan dijelaskan langsung soal fungsi tiang-tiang kapalnya. Benar-benar bikin bangga jadi anak bangsa yang punya laut luas,” ungkap Maria dengan mata berbinar.
Dengan berakhirnya masa Open Ship ini, KRI Bima Suci sukses meninggalkan jejak inspirasi kemaritiman yang mendalam di Sulawesi Utara, sekaligus mempererat kemanunggalan antara TNI AL dengan rakyat di wilayah utara Indonesia. (yos)















