Semarang, DetikManado.com – Memasuki hari ketiga pelaksanaan program, konsistensi dan etos kerja tinggi terus ditampilkan oleh jajaran TNI dan warga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Semangat gotong royong ini dikobarkan sejak dini hari melalui apel pagi guna memastikan seluruh target pembangunan fisik berjalan optimal.
Pada Jumat (17/7/2026) pagi, Komandan Setingkat Kompi (Dan SSK) Satgas TMMD, Kapten Inf Untung, mengambil alih pimpinan untuk menggelar apel bersama seluruh personel dan perwakilan warga di sekitar lokasi sasaran. Agenda wajib ini digelar bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memeriksa kesiapan fisik anggota, membagi sektor pekerjaan, serta melakukan evaluasi singkat terhadap pencapaian di hari sebelumnya.
Dalam arahannya, Kapten Inf Untung menekankan pentingnya menjaga ritme kerja tanpa mengabaikan faktor keselamatan. Kualitas infrastruktur yang dibangun harus menjadi prioritas utama demi kemaslahatan masyarakat setempat dalam jangka panjang.
“Menjaga keamanan selama bekerja dan mempertahankan kualitas bangunan adalah harga mati. Namun yang tidak kalah penting, kita harus terus memelihara kemanunggalan dengan rakyat melalui interaksi yang harmonis di lapangan,” ujar Kapten Inf Untung tegas di hadapan para personel.
Usai ditutup dengan doa bersama agar diberikan kelancaran dan keselamatan, seluruh peserta apel langsung bergerak menuju pos pekerjaan masing-masing untuk melanjutkan pembangunan.
Kegiatan percepatan pembangunan desa ini merupakan bagian dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga. Sebelumnya, upacara pembukaan TMMD ini telah resmi digelar di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/7/2026). Momentum pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM, serta Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha SH MH, sebagai bentuk sinergi yang kuat antara TNI dan pemerintah daerah dalam menyejahterakan masyarakat pelosok. (yos)















