Dua Langkah Setelah Izin Operasional SMK Ikhthus Manado Dibekukan

  • Whatsapp
Pihak Dinas Dikda Sulut, dan SMK Ikhthus Manado bersama para siswa dan orang tua.

Manado, DetikManado.com – Izin operasional Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Ichtus Manado dibekukan sementara oleh Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut setelah mendapat rekomendasi dari Tim Investigasi Kemendikbud dan disetujui Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Lantas bagaimana nasib 59 siswa dan 9 guru di sekolah yang dibekukan izinnya akibat kasus pembunuhan guru oleh siswanya?

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Dikda Sulut dr Grace L Punuh MKes menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait mulai dari orang tua siswa, Kepala SMK Ikhthus Manado bersama para guru, Pengawas Sekolah, serta jajaran Dinas Dikda Sulut, Jumat (01/11/2019). “Ada beberapa kesimpulan, sekaligus opsi yang akan diambil setelah kami menggelar pertemuan dengan orang tua murid, pihak sekolah, dan jajaran Dinas Dikda Sulut,” ungkap Punuh.

Dia mengungkapkan, langkah pertama tim Dinas Dikda akan turun ke sekolah pada awal pekan depan untuk bertemu dengan pihak sekolah dan orang tua murid. “Orang tua murid akan mendaftar anaknya kembali ke sekolah mana yang mereka pilih, tim akan mengurus surat pindah. Ini dilakukan agar para siswa tidak putus sekolah,” ujar Punuh.

Dari hasil inventarisir itu, lanjutnya, akan diketahui berapa banyak siswa akan akan ditampung di sekolah pilihan mereka. “Sekaligus mereka akan mengisi surat pernyataan,” ujarnya.

Para siswa yang mau masuk atau pindah di sekolah lain akan dites kompetensi sesuai keahlian dari jurusan sekolah asal. Jika lulus mereka akan diterima. “Kalau tidak akan diturunkan satu tingkat, atau dialihkan masuk ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM untuk mendapatkan ijazah paket C,” ujarnya.

Punuh mengatakan, opsi kedua yang diwacanakan adalah mengubah SMK Ikhthus Manado menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM untuk mendapatkan ijazah paket C. “Ini opsi kedua, tujuannya adalah agar anak tidak putus sekolah,” katanya.

Butuh Pendampingan

Selain mengupayakan agar para siswa dapat kembali bersekolah, langkah lain yang juga dilakukan oleh Dinas Dikda Sulut adalah proses pendampingan bagi para siswa. Apalagi, menurut Punuh, kejadian penikaman itu juga disaksikan oleh beberapa siswa. “Itu trauma, dan tidak gampang dihilangkan trauma itu. Kita harapkan dengan adanya pendampingan psikiater,” tandasnya.

Selain terkait trauma, hal lain yang juga ditangani oleh Dinas Dikda adalah bagaimana nantinya kehadiran siswa pindahan dari SMK Ikhthus ke sekolah yang baru. Punuh mengatakan, tidak tertutup kemungkinan siswa pindahan ini akan dibuli. “Nah di sini kita butuh guru untuk mendampingi siswa pindahan ini,” tandasnya. (joe/tr-01)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *