Manado, DetikManado.com – Personel Polsek Tikala bergerak cepat merespons keresahan warga terkait video perkelahian antar pemuda yang viral di media sosial Facebook. Hanya dalam waktu singkat, polisi berhasil meringkus tiga pemuda yang terlibat dalam insiden berdarah di Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulut, tersebut pada Jumat (1/5/2026).
Ketiga pemuda yang diamankan masing-masing berinisial GS (17), DN (17), dan BT (19). Ketiganya merupakan warga Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala.
Terbongkarnya Kepemilikan Senjata Tajam
Penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah setempat. Berawal dari identifikasi video, polisi melakukan pengembangan yang mengejutkan. Tersangka GS kedapatan menyimpan dua bilah pisau di kamar kosnya.
Tak berhenti di situ, tersangka DN bahkan diketahui memproduksi senjata tajam secara mandiri. Polisi menggeledah kediamannya dan menyita satu unit mesin gerinda yang digunakan sebagai alat produksi.
Kapolsek Tikala, Iptu Stenly Tawalujan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi premanisme dan kepemilikan senjata tajam ilegal.
“Setelah diamankan di Mako Polsek Tikala, ketiganya langsung kami lakukan pemeriksaan dan interogasi sesuai peran masing-masing dalam video tersebut. Kami juga berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam dan alat pembuatnya,” ujar Iptu Stenly saat memberikan keterangan, didampingi Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono.
Satu Pelaku Masih Buron
Meski tiga orang telah diringkus, kepolisian masih memburu satu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi. Iptu Stenly menyebut perkelahian ini dipicu oleh dendam lama antara oknum warga Kelurahan Taas dan Tikala Baru.
”Untuk satu orang lainnya masih dalam pengejaran. Kami juga terus melakukan penyelidikan terkait pemicu utama perkelahian antar kelompok pemuda ini,” tambah Kapolsek.
Langkah Preventif Kepolisian
Guna memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Tikala mengambil langkah-langkah strategis yakni peningkatan patroli dengan menargetkan jam-jam rawan di titik perbatasan kelurahan. Kemudian pendataan pemuda. Ini dengan melakukan pembinaan terhadap kelompok pemuda yang terindikasi terlibat konflik.
“Ada edukasi media sosial. Mengimbau warga agar tidak terprovokasi oleh unggahan yang belum jelas sumbernya,” ujarnya.
Saat ini, ketiga pelaku beserta barang bukti senjata tajam dan mesin gerinda telah diamankan di Mako Polsek Tikala untuk proses hukum lebih lanjut. Masyarakat diminta tetap tenang dan segera melaporkan jika melihat pergerakan massa yang mencurigakan. (yos)














